alexametrics
Selasa, 02 Mar 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Menjelang Musim Panen Raya, Petani Keluhkan Harga Gabah

23 Februari 2021, 15: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Menjelang Musim Panen Raya, Petani Keluhkan Harga Gabah

(NURCHOLISH/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Musim panen raya padi di Bojonegoro mulai tiba. Namun, harga gabah di lapangan terjun bebas. Harga gabah kering panen (GKP) milik petani hanya dibeli tengkulak Rp 3.400 per kilogram. Sedangkan untuk gabah kering giling Rp 4.500 per kilogram.

Terpaut jauh dengan harga pembelian pemerintah (HPP). Berdasar Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah untuk Gabah atau Beras, HPP GKP di petani Rp 4.200 per kilogram. Dan di penggilingan Rp 4.250 per kilogram. Sedangkan HPP GKG di penggilingan Rp 5.250 per kilogram dan di gudang perum Bulog Rp 5.300 per kilogram.

Puyaji, petani di Kecamatan Ngasem mengatakan, harga GKP secara manual hanya mencapai Rp 3.400 per kilogram. Sedangkan, harga GKG Rp 4.500 per kilogram. Berbeda dengan harga GKP mesin bisa mencapai Rp. 4.000 per kilogram. “Awal panen mencapai Rp 4.200 per kilogram, kemarin sore sudah turun Rp 3.400 per kilogram. Bahkan hasil panen ibu saya ditawar Rp 3.300 per kilogram,” tuturnya.

Menurut Puryaji, murahnya harga gabah di tingkat petani karena tengkulak yang biasa membeli beralasan stok gabah melimpah. Sehingga membuat gudang penuh. Ketua kelompok tani itu mengaku harga di bawah Rp 4 ribu per kilogram diperkirakan tidak sebanding dengan biaya tanam, pupuk, dan obat. Terlebih ketika panen harus membayar buruh angkut. “Jelas gak cucuk, opo menah mbangkelno,” keluhnya.

Puryaji meminta perhatian khusus dari pemerintah. Agar petani tidak merugi. Harusanya harga GKP mencapai Rp 4.500 per kilogram. Hal senada diungkapkan Supriyadi, petani asal Kacamatan Gayam itu mengatakan harga GKP mencapai Rp 4.100 hingga 4.200 per kilogram. Namun, diperkirakan akan turun. “Mungkin turun menjadi Rp 3.800 per kilogram,” jelasnya.

Ainun, salah satu petani di Kecamatan Sukosewu mengatakan, panen di daerahnya baru mulai, harga gabah tinggal Rp Rp 3.500 per kilogram. Bapak dua anak itu berharap perhatian dari pemerintah, agar petani tak dirugikan tengkulak. ‘’Saat tanam dulu, pupuk langka. Sekarang saat panen harga anjlok,’’ katanya.

Rokhim, salah satu petani di Kecamatan Kapas mengatakan, musim panen di daerahnya belum menyeluruh, baru mulai. Tapi, harganya kemarin sekitar Rp 3.600 per kilogram. ‘’Baru mulai panen sudah murah, nanti kalau panen raya terus bagaimana,’’ keluhnya.

Wakil Pimpinan Bulog Subdivre III Bojonegoro Hendra Kurniawan mengatakan, hanya membeli GKG dengan harga sesuai harga pembelian pemerintah (HPP), yaitu Rp 5.300 per kilogram. Sedangkan, untuk GKP pihaknya tidak membeli. “Terkait harga di bawah Rp 4 ribu bisa dikonfrimasi ke dinas terkait,” katanya via ponsel.

Kabid Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bojonegoro Rudianto mengatakan, pekan ini belum melakukan pendataan. Rancananya Kamis (25/2) mendatang akan mendata di 14 lokasi sampel yang tersebar di tujuh kecamatan.

“Setiap pekan mendata dan dilaporkan ke pusat,” ujarnya. Rudianto menjelaskan data sementara dari pekan lalu harga gabah masih di atas HPP. Harga GKP mencapai Rp 4.500 hingga 4.700 per kilogram. Sedangkan, harga GKG Rp 5.200 hingga 5.500 per kilogram. (irv)

(bj/msu/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news