alexametrics
Minggu, 28 Feb 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Tragis, Dua Perempuan Disabilitas Jadi Korban Asusila

23 Februari 2021, 13: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Tragis, Dua Perempuan Disabilitas Jadi Korban Asusila

Share this      

Radar Bojonegoro - Kasus-kasus asusila dialami perempuan semakin miris. Kali ini, korbannya dua perempuan penyandang disabilitas. Tersangka asusila pun telah dibekuk kepolisian. Tentu, perlindungan dan pendampingan terhadap perempuan disabilitas dari praktik asusila sangat diperlukan.

Korbannya, yakni pertama seorang perempuan berusia 21 tahun asal Kecamatan Balen. Kedua, perempuan di bawah umur berusia 12 tahun asal Kecamatan Kasiman. Kapolres Bojonegoro AKBP Eva Guna Pandia menjelaskan, korban pertama asal Kecamatan Balen itu menderita lumpuh dan keterbelakangan mental.

Korban disetubuhi tiga kali oleh Masirin. Bahkan, korban kini telah hamil lima minggu. “Kejadian persetubuhan tersebut dilakukan di rumah korban. Karena tersangka sudah tahu, kalau korban sering sendirian di dalam rumah,” jelas Kapolres.

Persetubuhan terakhir dilakukan tersangka 60 tahun itu pada 14 Januari 2020 lalu. Kemudian, selama beberapa hari korban tidak mau bicara dan tidak punya nafsu makan. Hingga akhirnya, keluarga korban mengetahui bahwa korban telah jadi korban persetubuhan. “Tersangka kami tangkap pada 25 Januari lalu,” ujarnya.

Atas perbuatannya, Masirin dijerat pasal 285 KUHP jo pasal 286 KUHP jo pasal 289 KUHP. Tersangka dijerat pasal berlapis. Ancaman hukumannya paling lama 12 tahun. Sementara itu, korban kedua ialah perempuan penyandang tunarungu berusia 12 tahun asal Kecamatan Kasiman.

Tersangka bernama Mujiharto, 54, melakukan pencabulan terhadap korban pada 9 Februari lalu. Tersangka membujuk korban dengan memberikan uang Rp 15 ribu. Ironisnya, korban masih ada hubungan saudara dengan tersangka. “Korban ini masih merupakan keponakan dari tersangka,” kata Kapolres.

Atas perbuatanny, tersangka dijerat pasal 76 E jo pasal 82 ayat 1 jo pasal 81 ayat 2 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Tersangka diancam hukuman penjara paling singkat lima tahun dan paling lama lima belas tahun,” jelasnya.

(bj/rij/gas/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news