alexametrics
Selasa, 02 Mar 2021
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Kasus Covid Masih Gawat, PPKM Mikro Diperpanjang

23 Februari 2021, 12: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

MASIH BERTAMBAH: Tim pemulasaran bersama relawan Kabupaten Tu ban memakamkan jenazah pasien Covid-19 sesuai protokol kesehatan.

MASIH BERTAMBAH: Tim pemulasaran bersama relawan Kabupaten Tu ban memakamkan jenazah pasien Covid-19 sesuai protokol kesehatan. (ISTIMEWA/RDR.TBN)

Share this      

Radar Tuban – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro hampir dipastikan diperpanjang. Meski surat edaran dari gubernur dan bupati belum turun, pemerintah pusat sudah memutuskan program pembatasan itu kembali diberlakukan hingga 8 Maret mendatang di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Jawa Timur.

Perpanjangan PPKM Mikro itu dibenarkan anggota Satgas Covid-19 Kabupaten Tuban Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono. Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Ruruh mengatakan, pemerintah pusat memutuskan Jawa Timur sebagai salah satu daerah yang diterapkan PPKM Mikro II.

Tercatat, mulai Selasa (23/2) hari ini hingga 8 Maret mendatang. ‘’Persebaran Covid-19 belum sepenuhnya terkendali, jadi pemerintah resmi memperpanjang PPKM,’’ tegasnya.

Perwira kelahiran Ngawi ini mengatakan, sejumlah hal dievaluasi dalam PPKM Mikro I yang ditetapkan 8 - 22 Februari. Salah satunya belum semua rukun tetangga (RT) memiliki pos penjagaan pasien Covid-19.

Nantinya, pada PPKM Mikro II, semua RT wajib memiliki pos penjagaan untuk mengawasi pasien tanpa gejala yang isolasi mandiri di rumah. ‘’Harus ada penanda RT tersebut zona merah, oranye, kuning, atau hijau,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban Bambang Priyo Utomo membenarkan Jawa Timur diputuskan untuk perpanjangan PPKM Mikro. Namun, keputusan tersebut belum diputuskan lebih lanjut melalui SE gubernur maupun SE bupati. Karena itu, dia belum bisa memastikan apakah poin pembatasan PPKM II sama dengan PPKM I.

‘’Inti perpanjangan PPKM masih sama untuk penanganan Covid-19, ekonomi dan sosial,’’ jelas dia. Dokter lulusan Universitas Brawijaya (UB) Malang ini menyampaikan, PPKM berdampak positif penurunan angka kasus terkonfirmasi covid di Tuban.

Dari segi kesehatan, PPKM Mikro sangat direkomendasikan untuk menekan laju persebaran virus korona. Namun, harus ada penyesuaian dengan sektor ekonomi, sosial, dan budaya. ‘’Tunggu SE gubernur dulu baru nanti dilanjutkan SE bupati,’’ ujar dia.

(bj/ds/yud/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news