alexametrics
Selasa, 02 Mar 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Bacok Tetangga, Mengaku Tak Menyesal

“Karena Saya Marah dan Sakit Hati”

23 Februari 2021, 12: 01: 12 WIB | editor : Nailul Imtihany

DITUDUH SELINGKUH: Lasiman ketika ditanya Kapolres AKBP Eva Guna Pandia saat rilis di mapolres kemarin. Tersangka tega membacok karena sakit hati.

DITUDUH SELINGKUH: Lasiman ketika ditanya Kapolres AKBP Eva Guna Pandia saat rilis di mapolres kemarin. Tersangka tega membacok karena sakit hati. (BHAGAS DANI PURWOKO/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Raut muka Lasiman tak menandakan kekecewaan berat. Dengan tangan diborgol, kakek 56 tahun tersangka pembunuhan itu begitu leluasa berjalan dikawal petugas kepolisian kemarin (22/2). Berjalan gontai tanpa sedikit pun kepalanya tertunduk malu. Lasiman ditangkap setelah membacok Sarmin, 60, kerabatnya sekaligus satu rukun tetangga (RT).

Pembacokan dengan sebilah celurit. Meski keduanya masih ada hubungan saudara, karena sudah gelap dan naik pitam, Lasiman atau Mbah Man tega menghabisi nyawa Sarmin. Ketika diinterogasi Kapolres Bojonegoro AKBP Eva Guna Pandia, Mbah Man mengakui bahwa dirinya tidak menyesal telah membunuh.

“Tidak, saya tidak menyesal. Karena saya marah dan sakit hati,” katanya saat rilis di mapolres kemarin. Motif utama Mbah Man marah dan sakit hati akibat dituduh oleh korban berselingkuh dengan istri orang. Sedangkan, Mbah Man mengaku dirinya tidak selingkuh.

Tetapi, karena tuduhan itu dilontarkan beberapa kali oleh korban, sehingga rasa-rasanya kesabaran Mbah Man sudah habis. Korban dan Mbah Man pun adu mulut di area persawahan desa setempat sekitar pukul 16.00 Minggu (21/2) lalu.

Karena saat itu Mbah Man membawa celurit, akhirnya Mbah Man mendorong korban lalu membacok lengan kiri dan dada kanan korban menggunakan celurit. Kapolres AKBP Eva Guna Pandia menerangkan, bahwa usai terjadi pembacokan, tersangka pulang ke rumah. Korban pun tergeletak bersimbah darah dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Selanjutnya, para warga langsung mendatangi rumah tersangka. Tetapi tersangka keluar rumah sambil mengangkat golok. “Tersangka mengaku bawa golok untuk jaga-jaga, karena banyak warga ke rumahnya. Akhirnya, setelah terima laporan, anggota Polres Bojonegoro dan Polsek Malo mengamankan tersangka,” jelasnya.

Berdasar pengakuan tersangka, lengan kiri korban dibacok tiga kali dan dada kanan korban dibacok dua kali. Kapolres menambahkan, kejadian tersebut bukan pembunuhan berencana. Tersangka spontan melakukan pembacokan tersebut. Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan atau pasal 351 ayat 3 KUHP tentang Penganiayaan. “Ancaman hukumannya lima belas tahun,” jelasnya.

(bj/rij/gas/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news