alexametrics
Selasa, 02 Mar 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Sepekan, Dua Wanita Kanor Tewas Tersengat Listrik

Diperlukan Edukasi Bahaya Kabel Terkelupas

22 Februari 2021, 10: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Sepekan, Dua Wanita Kanor Tewas Tersengat Listrik

Share this      

Radar Bojonegoro - Sepekan ini ada dua nyawa perempuan asal Kecamatan Kanor melayang akibat tersengat listrik. Jumilah, 40, warga Desa Temu meninggal dunia akibat tersengat listrik pada Rabu (17/2) lalu. Berikutnya, Nurul Qomariyah, 29, warga Desa Simorejo, dilaporkan meninggal dunia usai tersengat listrik Sabtu pagi (20/2).

Upaya pencegahan harus dilakukan pihak terkait. Kampanye terhadap warga agar berhati-hati dan aman memakai listrik diperlukan, mengingat kejadian terjadi di Kecamatan Kanor. Termasuk pemakaian kabel berstandar SNI.

Kapolsek Kanor AKP Hadi Waluyo menjelaskan, korban pertama Jumilah dilaporkan meninggal dunia sekitar pukul 02.00 pada Rabu. Berawal ketika korban hendak menjemur nasi aking di talang rumah tetangganya terbuat dari seng. Ternyata, di talang tersebut ada kabel pompa air sudah terkelupas. Sehingga korban tersengat listrik saat memegang talang tersebut. “Diduga kabel terkelupas akibat digigit oleh tikus,” tutur Kapolsek.

Sementara, korban kedua Nurul Qomariyah dilaporkan tersengat listrik pukul 05.30 Sabtu. Kronologi berawal ketika korban usai merendam baju akan dicuci menggunakan mesin cuci. Saat kondisi tangan korban basah, korban diduga memegang kabel stop kontak yang terkelupas. Sehingga, korban tersengat listrik dan tergeletak. “Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Kanor, namun saat perjalanan ke puskesmas, nyawa korban tidak terselamatkan,” jelasnya.

Menindaklanjuti dua perempuan asal Kecamatan Kanor meninggal akibat tersengat listrik, Camat Kanor Mahfud mengaku akan melakukan sosialisasi bersama forpimca sekaligus PT PLN. Guna mencegah kejadian serupa agar tak terulang kembali.

Menurut Mahfud, dari dua kasus tersebut ada kesamaan penyebab yaitu kurang memperhatikan kondisi kabel yang sudah terkelupas. “Dua kasus tersebut tentu jadi atensi. Perlu dilakukan pencegahan agar masyarakat lebih waspada dan hati-hati. Sebisa mungkin pakai kabel berstandar SNI,” jelasnya. 

(bj/rij/gas/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news