alexametrics
Selasa, 02 Mar 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Penyebab Kebakaran Pasar Kepohbaru Masih Menjadi Teka-Teki

Sekitar 350 Kios Terbakar

20 Februari 2021, 10: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

MASIH TEKA-TEKI: Petugas inafis Polres Bojonegoro saat olah TKP kemarin siang. Polres belum pastikan penyebab kebakaran.

MASIH TEKA-TEKI: Petugas inafis Polres Bojonegoro saat olah TKP kemarin siang. Polres belum pastikan penyebab kebakaran. (NURCHOLIS/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Sumber api penyebab terbakarnya Pasar Kepoh Kecamatan Kepohbaru masih teka-teki. Satreskrim Polres Bojonegoro masih menyelidiki titik api kebakaran meludeskan 350 kios sekitar pukul 20.00 Kamis (18/2) lalu.

Kasatreskrim Polres AKP Iwan Hari Poerwanto belum berani menyimpulkan penyebab kebakaran tersebut. Karena memang tim identifikasi Polres Bojonegoro setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) belum ada temuan apapun.

Kasatreskrim menjelaskan, langkah awal memasang garis polisi di TKP guna kebutuhan identifikasi dan olah TKP. Pihaknya juga masih menunggu situasi di TKP aman dan kondusif. Karena pihaknya nanti masih akan mendatangkan tim laboratorium forensik (labfor) Polda Jawa Timur (Jatim) untuk mengindentifikasi penyebab kebakaran tersebut.

EVAKUASI: Warga membantu para pedagang mengangkut barang dagangan dengan gerobak. Foto atas, petugas berjibaku menjinakkan si jago merah.

EVAKUASI: Warga membantu para pedagang mengangkut barang dagangan dengan gerobak. Foto atas, petugas berjibaku menjinakkan si jago merah. (NURCHOLISH/RDR.BJN)

Sejauh ini, kejadian kebakaran tersebut mengakibatkan 350 kios terbakar, tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka. “Kalau kami selaku penyidik tidak bisa menyimpulkan sendiri penyebab kebakarannya. Sebelum kami punya alat bukti serta mengacu pada faktafakta di lapangan,” tegasnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Achmad Gunawan menerangkan, api baru bisa dipadamkan sekitar tujuh jam. Sebanyak 350 kios baju, sembako, sayur mayur, kain, warung makan dan minum, dan sebagainya tak terselamatkan. Kerugian material masih dalam proses penghitungan, namun ditaksir kerugiannya mencapai Rp 3 miliar.

“Api dapat dipadamkan dan dilanjutkan pendinginan serta pembasahan selesai sekitar pukul 02.50 kemarin (19/2),” ucapnya.

Dia menerjunkan tujuh mobil damkar dari Bojonegoro dan dua mobil water supply dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro. Juga dibantu dua mobil damkar dari Lamongan dan tiga mobil damkar dari Tuban. “Personel yang memadamkan api 50 petugas Damkar Bojo negoro, 9 petugas BPBD Bojo negoro, 8 petugas Damkar Lamo ngan, dan 8 petugas Damkar Tuban,” bebernya. 

(bj/rij/gas/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news