alexametrics
Selasa, 02 Mar 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Empat Jembatan Berstatus Rentan, Hanya Ditahan Karung Pasir

17 Februari 2021, 16: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

SATU RUAS DITUTUP: Jembatan Kali Bedah hanya bisa dilewati satu ruas. Pengendara harus bergantian karena sayap jembatan longsor.

SATU RUAS DITUTUP: Jembatan Kali Bedah hanya bisa dilewati satu ruas. Pengendara harus bergantian karena sayap jembatan longsor. (IRVAN ROMADHON/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Empat jembatan berstatus “rentan”. Perlu penanganan segera karena penghubung jalan nasional, jalan provinsi, dan jalan kabupaten. Meliputi Jembatan Kali Bedah di Desa Geneng, Kecamatan Margomulyo.

Jembatan Kapas di ruas jalan Bojonegoro-Babat. Dua jembatan tersebut di ruas jalan nasional. Serta, Jembatan Glendeng penghu bung Bojonegoro-Tuban, dan Jembatan Padangan-Kasiman.

Kerusakan empat jembatan ini berbeda-beda. Namun, yang paling parah Jembatan Glendeng dan Jembatan Kali Bedah. Kerusakan terjadi saat musim hujan. Jembatan Kali Bedah mengalami longsor pada sayap jembatan. Sehingga kini hanya satu lajur yang bisa dilalui. Sedangkan, Jembatan Kapas pada tebing sungai Kali Pacal mengalami longsor. Sehingga rentan berimbas terhadap kekuatan jembatan membujur timur-barat itu.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) di Bojonegoro Siti Sekar Gondoarum mengatakan, hanya penanganan sementara dilakukan di Jembatan Kali Bedah. Menahan sisi sayap yang longsor dengan karung pasir (sandbag). Sedangkan, perbaikan permanen belum bisa dilakukan segera. Masih menunggu desain ulang jembatan yang berada di akses jalan Padangan-Ngawi tersebut. “Kami desain kembali,” jelasnya kemarin (16/2).

Sementara itu, penanganan Jembatan Kapas, pihaknya sudah membersihkan material sampah tersangkut di bawah jembatan. Dengan begitu bisa memperlancar arus air. Longsor terjadi di tebing Kali Pacal diperkirakan akibat intensitas air seiring hujan deras.

Menurut Sekar, jembatan berada di Jalan Bojonegoro-Babat itu sudah dilakukan penguatan pada 2019 lalu. Sedangkan, untuk pengurangan tonase kendaraan melintas perlu dilakukan koordinasi dengan pihakpihak terkait. Sekar mengaku selama musim penghujan, pihaknya melakukan perhatian maksimal jembatan dan jalan.

“Perbaikan jalan Bojonegoro-Padangan sudah selesai,” ujarnya. Sementara itu, Jembatan Simo Glendeng mengalami kerusakan sayap ambles sejak November 2020. Hingga saat ini perbaikan masih berlangsung. Hanya kendaraan roda dua yang diper boleh kan melintas. Itu pun dengan diberi jalur darurat. Bahkan, jembatan penghubung Bojonegoro-Tuban, itu sempat ditutup total akibat kerusakan semakin parah.

Namun awal 2021, jembatan sudah dibuka kembali untuk roda dua. Setelah dilakukan perbaikan sementara. Berbeda dengan Jembatan Padangan-Kasiman. Jembatan milik Pemkab Bojonegoro ini tebing sisi selatan timur terjadi abrasi awal Januari lalu. Titik longsor di area Taman Bengawan di Desa/Kecamatan Padangan. Meski begitu, penanganan perlu dilakukan karena lama kelamaan akan berpengaruh pada kekuatan jembatan. (irv)

(bj/rij/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news