alexametrics
Selasa, 02 Mar 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Tindak Tegas Kasus Pengeroyokan, Tujuh Buron Sudah Tertangkap

16 Februari 2021, 14: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

TEGAS: Tujuh tersangka kasus pengeroyokan akhirnya ditangkap. Ada yang dibekuk di Sampang hingga Karanganyar.

TEGAS: Tujuh tersangka kasus pengeroyokan akhirnya ditangkap. Ada yang dibekuk di Sampang hingga Karanganyar. (BHAGAS DANI PURWOKO/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Kasus pengeroyokan harus segera dihentikan. Kapolres Bojonegoro AKBP Eva Guna Pandia memastikan tidak tebang pilih memproses hukum pelaku pengeroyokan. Tindakan tegas itu setelah kepolisian menangkap tujuh buronan pengeroyokan mengakibatkan satu pemuda tewas dan dua luka-luka di Kecamatan Kedungadem.

Kapolres meminta semua pihak tidak mudah terprovokasi. Ke tujuh buronan telah ditetapkan sebagai tersangka itu tertangkap di tempat dan waktu berbeda. “Penangkapan tujuh DPO (daftar pencarian orang) itu, Satreskrim Polres Bojonegoro bekerja sama Jatanras Polda Jatim, Polres Sampang, dan Polres Karanganyar, Jawa Tengah,” kata Kapolres di mapolres kemarin (15/2).

Sebelumnya, polres setempat menangkap dua tersangka yaitu DK, 20, dan MNH, 32, keduanya warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungadem. “Tetapi saat ini, petugas masih melakukan pengejaran terhadap seorang tersangka berinisial SBR warga Kecamatan Kedungadem yang masuk DPO,” jelas Kapolres.

Ketujuh buronan ditetapkan tersangka itu dibekuk di tempat dan waktu berbeda. Pemuda beriinisial MZN, 29, dan ANK, 22, ditangkap di rumahnya turut Kecamatan Kedungadem pada Rabu (10/2). Berlanjut, RF, 20; RS, 20; dan DF, 20, ditangkap petugas di wilayah Kabupaten Sampang, Madura. Sisanya KW, 27, dan JS, 28, ditangkap di Kabupaten Karanganyar, Jateng.

Kapolres mengungkapkan bahwa ada tiga tersangka melakukan pemukulan menggunanan senjata tumpul. Yakni, DF, 20, dan KW, 27, memukul korban memakai pipa besi. Lalu, JS, 28, memukul korban menggunakan kayu. Sementara tersangka lainnya melakukan pemukulan menggunakan tangan kosong. “Atas perbuatannya, para tersangka oleh penyidik dijerat pasal 170 ayat 2 ke 3e KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara selama 12 tahun,” tegas mantan Kapolres Tulungagung itu.

Kapolres meminta kepada seluruh masyarakat Bojonegoro tidak mudah memukuli atau menganiaya orang. Sebisa mungkin jangan mudah terprovokasi. Ia mengajak seluruh masyarakat Bojonegoro sama-salam saling menjaga agar aman dan kondusif.

“Kami tidak tebang pilih, negara ini negara hukum. Siapapun pelakunya, kami akan proses sesuai ketentuan hukum apabila telah terbukti melakukan tindak pidana,” tegasnya.

Adapun tiga korban pengeroyokan tersebut merupakan warga Desa/ Kecamatan Kedungadem. Di antaranya MFS, 19, meninggal dunia dalam perawatan medis di RS Muhammadiyah Sumberrejo. Sedangkan dua orang korban lainnya MFG, 19, dan LL, 19, mengalami luka-luka. Sementara itu, selama Januari 2021 Polres Bojonegoro telah mengungkap lima kasus pengeroyokan terjadi di berbagai kecamatan.

Kasus pertama terjadi Jumat (25/12/2020) di Jalan Raya turut Desa Purworejo, Kecamatan Padangan. Tersangka ada lima orang. Kasus kedua terjadi 1 Januari di area pesawahan Desa Kauman, Kecamatan Baureno. Tersangka dua orang warga setempat. Kasus ketiga terjadi 9 Januari di Jalan Rajekwesi turut Kelurahan Jetak. Tersangka ada tiga orang.

Kasus keempat terjadi 10 Januari di jalan raya Bojonegoro-Babat, turut Desa Gunungsari, Kecamatan Baureno. Ada dua tersangka ditangkap. Kasus kelima terjadi 19 Januari turut Desa Pasinan, Kecamatan Baureno. Ada tiga tersangka.

Adapun berdasar data sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro selama 2020 ada 14 kasus disidangkan. Rinciannya, 13 kasus sudah sidang putusan dan satu kasus baru selesai sidang tuntutan. Rata-rata vonis dijatuhkan terhadap terpidana pengeroyokan pidana penjara selama empat bulan hingga satu tahun. 

(bj/rij/gas/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news