alexametrics
Selasa, 13 Apr 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

UMKM Penerima BPUM Kaget, Saldo Tabungan Bank Tertulis Minus

10 Februari 2021, 18: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

TERKEJUT: Layar saldo ATM milik pelaku UMKM tertulis saldo minus.

TERKEJUT: Layar saldo ATM milik pelaku UMKM tertulis saldo minus.

Share this      

Radar Bojonegoro - Herny Trias terkejut. Baru seumur hidupnya memiliki ATM dengan saldo tertulis minus. Herny merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menerima bantuan produktif usaha mikro (BPUM).

Awalnya, Herny memasukkan uang sebesar Rp 200 ribu melalui mesin ATM setor tunai. Bergegas mengecek saldo. Betapa kagetnya ketika melihat isi tabungan di bank. Tanpa tahu sebabnya tabungan berkurang, bahkan di layar mesin ATM tertulis minus. Mmuncul keterangan saldo rekening minus Rp -2.121.991.

“Iya minus di ATM, ketika menabung tersedot rekening,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (9/2). Herny mengaku kali pertama mengetahui tabungan minus sejak Januari lalu. Namun, belum sempat mengonfimasi ke pihak bank. “Teman-teman lain baru beberapa hari lalu (tahu kalau tabungannya minus),” ujarnya.

Baca juga: Start Duluan, Madrasah Buka PPDB Jalur Prestasi

Nasib sama menimpa Susilo Indriyanto, pelaku UMKM sektor kuliner. Dia mengaku mengetahui tabungannya minus sejak Januari. Kemudian mengonfirmasi pihak bank. Berdasar penjelasan pihak bank, tutur Indriyanto, bahwa dari pusat menarik uang BPUM.

Alasannya, karena harus dikembalikan dengan cara membuat minus tabungan. “Saya tanya alasannya, mereka (pihak bank) mengatakan keputusan dari pusat,” ujarnya. Indriyanto mengaku awalnya menerima BPUM Rp 2,4 juta. Sudah diambil dan digunakan untuk modal usaha. Di tabungan tersisa Rp 338.000. Namun, betapa kagetnya, saat mengecek saldo, justru tertulis Rp -2.063.669. Saldo hingga minus itu ditarik dari pihak bank pusat.

“Ini aneh dana bantuan ditarik, padahal kami benar-benar pelaku UMKM yang terdampak pandemi korona,” keluhnya. Indriyanto bergegas melaporkan ke Kementerian Koperasi dan UKM. Dan segera ditindaklanjuti dengan mendapat tembusan dari Bank BRI pusat, untuk melakukan verifikasi ke bank BRI terdekat. “Terpaksa naik langsung ke atas (kementerian). Ketika menunggu dinas terkait tidak ada kepastian,” ungkapnya.

Menurut dia, banyak pelaku UMKM mengalami kejadian serupa. Dari teman-temannya ada empat orang mengalami saldo berkurang dan minus. Namun, diperkirakan masih banyak lainnya. “Kasihan pelaku UMKM yang tidak memiliki koneksi ke atas (kementerian), bagaimana nasibnya?,” jelasnya.

Sementara itu, Manajer Pemasaran Mikro (MPM) Bank BRI Cabang Bojonegoro Hari Suryo mengatakan, rekening tabungan pelaku UMKM tersebut sementara diblokir pihak pusat. Setelah dilakukan verifikasi ulang data terindikasi tidak berhak menerima BPUM. “Koordinasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM. Mungkin penerima BPUM tidak memenuhi syarat. Mereka merupakan aparatur sipil negara (ASN) atau memiliki pinjaman,” ujarnya ditemui di kantornya kemarin sore.

Hari menjelaskan, untuk membuka tabungan yang terblokir, penerima BPUM hanya perlu melakukan verifikasi di bank untuk mencocokan data. Jika sesuai persyaratan tabungan akan dikembalikan. “Jika terbukti tidak memenuhi syarat harus mengembalikan uang,” jelasnya.

Hari menambahkan meski di tabungan tertulis minus, namun pihaknya tidak dirugikan. Sebab dana berasal dari Kementrian Koperasi dan UKM. Dan Bank BRI hanya penyalur. (irv)

(bj/rij/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news