alexametrics
Selasa, 02 Mar 2021
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Tak Semua Fasyankes Bisa Layani Vaksin Covid

25 Januari 2021, 16: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Tak Semua Fasyankes Bisa Layani Vaksin Covid

(AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

Radar Lamongan – Belum semua fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di Lamongan bisa melayani vaksinasi Covid-19. Dari 45 fasyankes yang ada, ada sembilan yang tidak bisa melayani vaksin korona. “Ada sembilan yang belum bisa melakukan (vaksinasi Covid-19), tapi masih kita lengkapi kekurangannya. Jika mencukupi waktunya, kita usulkan,” kata Koordinator Bidang Promotif dan Preventif Satgas Covid-19 Taufik Hidayat kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (24/1).

Taufik menjelaskan, fasyankes yang bisa melaksanakan vaksinasi Covid-19 harus memenuhi sejumlah kriteria yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Antara lain, memiliki tenaga kesehatan pelaksana vaksin Covid-19, memiliki sarana rantai dingin sesuai dengan jenis vaksin Covid-19 yang digunakan atau sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Juga memiliki izin operasional fasyankes atau penetapan oleh menteri sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Menurut Taufik, jika fasyankes tidak bisa memenuhi poin kedua (rantai dingin), masih dapat menjadi pelayan vaksinasi, tapi dikoordinasi oleh puskesmas setempat.

“Intinya, dari sembilan fasyankes itu ada yang tidak memenuhi unsur di atas, tapi masih dikoordinasikan lagi,” terang pria yang juga Kepala Dinas Kesehatan Lamongan itu tanpa menyebut identitas sembilan fasyankes itu.

Taufik mengungkapkan, fasyankes yang bisa melayani vaksinasi Covid-19 itu antara lain, di puskesmas, puskesmas pembantu, rumah sakit, klinik, dan unit pelayanan kesehatan di kantor kesehatan pelabuhan (KKP). ‘’Ada 36 fasyankes yang dinyatakan siap memberi pela yanan vaksinasi Covid-19,’’ ujarnya.

Terkait jumlah tenaga vaksinator, menurut dia, ada 175 tenaga kesehatan yang sudah dilatih. Kemudian 110 nakes masih menunggu jadwal pelatihan karena digilir. Jumlah nakes ini masih terus berubah karena menyesuaikan dengan data penerima vaksin.

Minggu ini data penerima vaksin yang masuk untuk sumber daya manusia kesehatan (SDMK) sebanyak 5.816 orang. Kemudian pejabat role model ada 10 orang. Mereka sebagai penerima vaksin pertama. ‘’Jumlah vaksin yang dibutuhkan 11.680 paket, karena masing-masing divaksin dua kali periode 14 hari ditambah dengan cadangan,’’ ungkapnya.

Taufik menambahkan, hingga kemarin (24/1) Lamongan belum menrima vaksin Covid-19. Namun semua daerah diwajibkan mempersiapkan semua sarana prasarana, termasuk tenaga vaksinator. Jika tidak berubah, kabupaten/kota termasuk Lamongan masuk termin 2, periode Februari mendatang. “Kita persiapkan saja. Kalau nakes (tenaga kesehatan) sudah langsung mendapatkan pesan singkat (untuk divaksin). Intinya kami siap divaksin,” tambahnya.

(bj/feb/rka/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news