alexametrics
Selasa, 02 Mar 2021
radarbojonegoro
Home > Advertorial
icon featured
Advertorial

2021, Tahun Transformasi Bukopin Baru

20 Januari 2021, 12: 47: 56 WIB | editor : Nailul Imtihany

2021, Tahun Transformasi Bukopin Baru

Share this      

Radar Bojonegoro - Memasuki paruh kedua Januari 2021, Bank Bukopin konsisten melanjutkan proses transformasi. Program tersebut dimulai sejak September 2020. Direktur Utama Bank Bukopin, Rivan Purwantono mengatakan, proses transformasi itu untuk menjaga dukungan pemegang saham dan kepercayaan nasabah. Kemudian,  memberikan confident level yang tinggi dalam meyakinkan masyarakat di tahun 2021.

Mengenai gugatan salah satu pemegang sahamnya, Bosowa Corporindo terhadap OJK, PTUN sudah mengeluarkan putusan pada 18 Januari 2021. Rivan mengaku menghormati putusan tersebut. 

"Sejak awal kami selalu berkoordinasi dengan OJK dan kuasa hukum. Senada dengan OJK maka kami juga akan melanjutkan proses hukum melalui banding,” katanya.

Dikutip dari laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PTUN, terdapat putusan majelis hakim terkait gugatan PT Bosowa Corporindo terhadap OJK. Yakni, mengenai Keputusan Dewan Komisioner (KDK) Nomor 64/KDK.03/2020 dengan nomor perkara 178/G/2020/PTUN.JKT.

"Senada dengan OJK, Bukopin menghormati putusan dan proses hukum yang berlangsung," tegasnya.

Rivan juga menjelaskan, operasional Bank Bukopin tetap berjalan seperti biasanya. Dia juga menegaskan, bahwa tidak ada perubahan kepemilikan saham Bank Bukopin.

“Sampai dengan saat ini komposisi saham masih sama, dengan KB Kookmin Bank sebagai Pemegang Saham Pengendali dengan kepemilikan 67 persen. Selain itu, masih ada kepemilikan negara sebesar 3,18 persen," terangnya.

Perubahan kepemilikan saham itu tertuang dalam PP Nomor 77 Tahun 2020 tentang Perubahan Struktur Kepemilikan Saham Negara Melalui Penerbitan dan Penjualan Saham Baru Pada PT Bank Bukopin Tbk. Regulasi itu diterbitkan 29 Desember 2020.

Adapun harga saham Bank Bukopin bertahap naik sejak aksi korporasi tersebut dituntaskan pada awal September 2020. Hingga pekan kedua Januari 2021, saham perseroan mencapai harga tertinggi yakni Rp 845 sebelum kemudian bertahap terkoreksi sesuai dinamika pasar saham.

“Ini adalah bukti naiknya kepercayaan publik dan investor, kami sangat mengapresiasi positif akan hal ini,” terang Rivan.

Mengenai saham, dia terus berkomitmen terhadap transformasi tersebut. Bank Bukopin telah menetapkan strategi dan arah haluan baru bagi perseroan yang sejalan dengan misi KB. Yakni, membesarkan bank dengan mayoritas bisnis di segmen retail tersebut.

“KB Kookmin Bank sangat serius dalam mendukung perbaikan fundamental Bukopin, dan hal ini ditanggapi baik oleh masyarakat, untuk itu kami bersyukur, dan menjadi penyemangat untuk tetap melanjutkan transformasi di tengah pandemi,” ulas Rivan.

Terkait proses rebranding, Corporate Secretary Bank Bukopin, Meliawati, menambahkan, bahwa proses tetap berjalan sesuai dengan rencana. Proses itu berlanjut sejak disetujui RUPS pada 22 Desember 2020. Kemudian diikuti persetujuan Kemenkumham RI atas rencana perubahan nama Perseroan. 

"Kami terus melanjutkan proses rebranding," terangnya.

Saat ini dokumen permohonan persetujuan proses sedang ditelaah oleh OJK. Terkait kepemilikan saham, ditambahkannya bahwa terdapat kenaikan jumlah pemegang saham ritel. Hal itu menjadi bukti meningkatnya kepercayaan terhadap Bukopin dan KB sebagai PSP, jumlah pemegang saham ritel di Desember 2020 naik hingga tiga kali lipat.

"Kami harapkan kepercayaan ini dapat kami jaga untuk jangka panjang,” terangnya.

Perlu diketahui, Bank Bukopin didirikan pada 10 Juli 1970 dengan nama Bank Umum Koperasi Indonesia. Bank Bukopin tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 2006 dengan kode emiten BBKP. Bank Bukopin merupakan bank yang fokus pada segmen ritel, yang terdiri dari segmen konsumer dan UKM serta didukung segmen komersial.

Bank tersebut mengusung misi "Memahami dan Memberi Solusi kepada Nasabah”. Bank Bukopin senantiasa melakukan inovasi dan peningkatan layanan kepada para nasabah dengan melakukan modernisasi infrastruktur TI serta menyiapkan beragam produk dan layanan berbasis perbankan digital.

Di antaranya, aplikasi Bukopin Mobile dan aplikasi perbankan digital wokee. Per 30 Desember 2020, saham Bank Bukopin dimiliki oleh KB Kookmin Bank sebesar 67 persen, PT Bosowa Corporindo 11,68 persen, Negara Republik Indonesia 3,18 persen dan masyarakat mencapai 18,14 persen.

Bank Bukopin beroperasi di 24 provinsi, dengan 43 kantor cabang utama, 175 kantor cabang pembantu, serta 162 kantor kas. Kemudian, 9 kantor fungsional, 25 payment point, dan 834 unit ATM, serta tergabung dalam jaringan ATM Prima dan ATM Bersama.

(bj/gas/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news