alexametrics
Senin, 25 Jan 2021
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Pemerintah Belum Putuskan Kelanjutan Bantuan Subsidi Upah

14 Januari 2021, 15: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

PENERIMA MANFAAT: Karyawan salah satu swalayan di Tuban yang menerima bantuan subsidi upah selama pandemi Covid-19.

PENERIMA MANFAAT: Karyawan salah satu swalayan di Tuban yang menerima bantuan subsidi upah selama pandemi Covid-19. (YUDHA SATRIA A/RDR.TBN)

Share this      

Radar Tuban – Pemerintah belum memutuskan apakah bantuan subsidi upah (BSU) untuk karyawan swasta diperpanjang atau dihentikan. Bantuan subsidi untuk karyawan swasta bergaji di bawah Rp 5 juta tersebut hingga kemarin (13/1) belum cair.

Pada dua kali pencairan sebelumnya, BSU senilai Rp 1,2 juta selalu cair pada pekan kedua setiap dua bulan sekali. Pada termin pertama, BSU cair bertahap mulai 9 - 11 September. Pencairan BSU tahap awal itu untuk bantuan September dan Oktober. Pencairan termin kedua juga pada tanggal yang sama di bulan November.

Jika BSU diperpanjang dan mengacu jadwal sebelumnya, seharusnya BSU gaji karyawan sudah mulai cair beberapa hari yang lalu. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Tuban Sonny Alonsye mengatakan, hingga kemarin (13/1) belum ada pemberitahuan terkait pencairan BSU termin ketiga.

Artinya, BSU bisa saja tak diperpanjang pada 2021 ini. Sonny mengatakan, pencairan BSU sepenuhnya wewenang Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker). ‘’Hingga saat ini kami belum dapat informasi apakah BSU tahun ini ada lagi atau tidak,’’ ujar dia.

Pejabat kelahiran Surabaya ini mengatakan, pencairan BSU pada dua termin sebelumnya berjalan lancar dan nyaris tanpa kendala. Hanya ditemukan belasan orang yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, namun tak mendapatkan BSU. Persoalan tersebut, kata Sonny, bukan wewenang Jamsostek untuk menjawab.

‘’Ada karyawan yang dapat BSU atau tidak sepenuhnya wewenang Kemenaker,’’ tegas dia.

Lebih lanjut dia menyampaikan sekitar 100 pekerja di Tuban yang identitasnya tak valid. Seperti nama tak sama dengan e-KTP hingga nomor rekening tak valid. Menurut Sonny, persoalan validasi sudah terselesaikan. Beberapa revisi yang diajukan tenaga kerja sudah dikirim BPJS Ketenagakerjaan ke Kemenaker. ‘’Beberapa yang perlu validasi ulang sudah direvisi dan sudah terima BSU,’’ terang dia.

Karena belum ada kepastian perpanjangan BSU, Sonny menyampaikan, untuk sementara belum ada update data tenaga kerja. Mengacu data BPJS Ketenagakerjaan Tuban, tercatat 17.566 rekening pekerja dari 842 badan usaha di Bumi Wali yang disetorkan untuk menerima BSU.

Bantuan tersebut langsung ditransfer ke nomor rekening para pekerja melalui nomor rekening bank himpunan bank negara. Seperti diketahui, BSU merupakan upaya pemerintah untuk mendongkrak perekonomian masyarakat yang lesu karena pandemi Covid-19.

Kemungkinan BSU tak diperpanjang pada tahun ini jika pemerintah merasa ekonomi sudah membaik menyusul dimulainya vaksinasi nasional kemarin (13/1). ‘’Kita tunggu saja informasi terbaru dari Kemenaker,’’ imbuh mantan kepala BPJS Ketena gakerjaan Sumenep itu.

(bj/ds/yud/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia