alexametrics
Kamis, 21 Jan 2021
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Kemendikbud Siapkan Asesmen Nasional Pengganti Ujian Nasional

14 Januari 2021, 13: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Kemendikbud Siapkan Asesmen Nasional Pengganti Ujian Nasional

(AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

Radar Tuban – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah menyiapkan asesmen nasional (AN) sebagai pengganti ujian nasional (UN) yang dihapus. Rencananya, program anyar untuk menilai kenaikan kelas pada semester dua mendatang tersebut diberlakukan pada tahun ini. 

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Wilayah Bojonegoro-Tuban, Adi Prayitno membenarkan program baru pengganti UN tersebut. Disampaikan dia, AN tidak hanya berlaku untuk jenjang pendidikan SMA/SMK, melainkan juga SD dan SMP. ‘’Tapi, AN ini beda dengan UN,’’ ujar Adi, sapaan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Disampaikan dia, UN untuk mengevaluasi capaian siswa tingkat akhir, yakni kelas VI, kelas IX, dan kelas XII. Sedangkan AN merupakan salah satu penilaian sebagai upaya pemetaan bagi siswa kelas V SD/MI, VII SMP/ MTs, dan XI SMA/SMK/MA. Untuk kelas akhir tetap ada ujian sendiri. ‘’AN sebagai tolok ukur dan pemetaan sekolah,’’ terangnya.

Mantan kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Wilayah Nganjuk ini menjelaskan, tolok ukur dimaksud tidak hanya untuk individu, tetapi juga sekolah. Hasil AN, kata dia, juga digunakan sebagai bahan evaluasi dan pemetaan sistem pendidikan yang mencakup proses, input, dan hasil. Lebih lanjut Adi menerangkan, tiga aspek yang diujikan dalam AN.

Yakni, asesmen kompetensi minimum (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan belajar. ‘’Untuk AKM, yang diukur adalah pembelajar di ranah kognitif, seperti literasi dan numerisasi,’’ terang mantan kepala SMAN 2 Nganjuk itu.

Adi menjelaskan, pada aspek literasi akan mengevaluasi kemampuan siswa terhadap penguasaan kecakapan memahami, menggunakan, mengevaluasi, serta merefleksikan berbagai jenis teks tertulis. Sementara aspek numerisasi difo kuskan pada evaluasi kemampuan siswa dalam menghitung.

‘’Literasi dan numerisasi merupakan kete rampilan berpikir logis dan sistematis,’’ jelasnya. Dikatakan Adi, program baru AN memiliki banyak manfaat. Terpenting dan paling utama adalah tolok ukur dan pemetaan terhadap siswa dan sekolah bisa dilakukan dengan baik.

‘’Sudah kita sosialisasi kepada sekolah-sekolah. Perlahan akan dipahami bersama,’’ kata Adi yang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Kemendikbud.

(bj/ds/tok/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia