alexametrics
Kamis, 21 Jan 2021
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

11 Pasien Terima Donor Plasma Konvalesen, 2 Diantaranya Sembuh

3 Pasien Meninggal

14 Januari 2021, 16: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

11 Pasien Terima Donor Plasma Konvalesen, 2 Diantaranya Sembuh

(AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

Radar Lamongan – Palang Merah Indonesia (PMI) Lamongan telah berhasil mengumpulkan 30 kantong plasma konvalesen. Dari jumlah itu, 20 kantong komponen darah tersebut di antaranya ditransfusikan kepada pasien Covid-19 yang dirawat di Fasilitas Isolasi dan Layanan Covid-19 RSUD dr Soegiri Lamongan.

PMI mendata ada 27 orang yang mendaftarkan diri sebagai calon pendonor. Hanya 15 orang yang dinyatakan lolos observasi dan screening sampel darah. Sedangkan 12 orang lainnya dinyatakan gagal donor. Ketua PMI Lamongan Agus Suyanto mengatakan, masing – masing pendonor menghasilkan dua kantong plasma konvalesen.

‘’Jadi total plasma yang sudah kita dapatkan ada 30 kantong. Lalu yang sudah dipakai atau ditransfer ke pasien ada 20 kantong,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (13/1).

Kini, Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Lamongan masih memiliki stok 10 kantong plasma konvalesen. Rinciannya, satu kantong golongan darah A, lima kantong golongan B, serta masing – masing dua kantong golongan O dan AB.

Agus mengatakan, pihaknya tidak membatasi permintaan transfer plasma konvalesen bila ada kandidat pasien Covid-19 yang membutuhkan. ‘’Permintaan plasma harus berdasarkan rekomendasi dari dokter yang bersangkutan. Selain itu juga harus disesuaikan dengan golongan darah pasien dan plasma yang tersedia,’’ tutur pria yang juga kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lamongan ini.

Sementara itu, Direktur RSUD dr Soegiri Lamongan dr Moh Chaidir Annas menjelaskan, pihaknya telah melakukan transfer plasma konvalesen terhadap 11 pasien. Namun, tiga pasien di antaranya dinyatakan meninggal dunia karena beratnya kormobid atau penyakit penyerta yang dideritanya.

Dua pasien lain berhasil sembuh dan sudah keluar dari RS. Sedangkan enam pasien lainnya masih menjalani perawatan di RS milik pemerintah ini. ‘’Yang masih dalam perawatan belum bisa disimpulkan kondisinya saat ini,’’ katanya.

(bj/yan/din/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia