alexametrics
Kamis, 21 Jan 2021
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Mengaku Wartawan, Pria Ini Peras Kades Mentoso

14 Januari 2021, 11: 05: 55 WIB | editor : Nailul Imtihany

TUNJUKKAN BARANG BUKTI: Kapolsek Jenu AKP Rukimin menunjukkan mobil pelaku yang digunakan untuk memeras kepala desa kemarin (13/1).

TUNJUKKAN BARANG BUKTI: Kapolsek Jenu AKP Rukimin menunjukkan mobil pelaku yang digunakan untuk memeras kepala desa kemarin (13/1). (ISTIMEWA/RDR.TBN)

Share this      

Radar Tuban - Pemerasan dengan modus mengaku wartawan kembali terjadi. Kali ini pelakunya Djoko Juwono, 51, warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Tuban. Kemarin (13/1), dia diringkus anggota Polsek Jenu setelah dilaporkan memeras kepala Desa Mentoso, Kecamatan Jenu.

Kapolsek Jenu AKP Rukimin menjelaskan, pelaku yang mengaku wartawan dari salah satu media online mendatangi balai Desa Mentoso pekan lalu. Selain wartawan, Djoko juga mengaku sebagai pengurus LSM Pengawas Reformasi Indonesia (PRI).

LSM tersebut berlogo mirip dengan logo Polri. Di kantor desa setempat pelaku menemui kades untuk menyerahkan proposal permohonan sumbangan pembangunan kantor. Karena Kades Mentoso Eko Harianto tak mau ditemui, Djoko berulah. Dia menulis artikel di portal web miliknya tentang kinerja buruk pemerintahan desa yang dipimpin Eko.

Link portal web tersebut lantas dikirim ke kades. Eko yang ketakutan kemudian mentransfer uang sebesar Rp 1 juta ke pelaku. ‘’Setelah di transfer Rp 1 juta, pelaku kembali meminta Rp 5 juta kepada kades,’’ ungkap mantan kapolsek Tam bakboyo itu.

Setelah berhasil memeras Rp 6 juta, Djoko masih belum puas. Dia kembali meminta. Permintaan ketiga kalinya itulah yang membuat kades resah dan melapor ke Polsek Jenu. Setelah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Tuban, pelaku diamankan di rumahnya di Kelurahan Kebonsari, Tuban.

‘’Pelaku kami amankan di rumahnya tengah malam,’’ tegas dia. Mantan kasatlantas Polres Ngawi ini mengatakan, pelaku masih diamankan di Mapolsek Jenu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Termasuk mendalami kemungkinan beraksi di tempat lain.

Sebelumnya, pelaku dua kali ditahan dengan kasus yang sama di Trenggalek dan Bojonegoro. Setiap beraksi, pelaku mengendarai mobil Agya S 1601 HO. Mobil ini pun disita sebagi barang bukti berikut uang hasil pemerasan yang masih tersisa Rp 5 juta. Rukimin menerangkan, berdasarkan keterangan Kesbangpol Tuban, LSM yang digunakan pelaku menipu tak terdaftar secara sah atau ilegal. ‘’Kami imbau jika ada korban lain untuk melapor,’’ tegas Rukimin.

(bj/ds/yud/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia