alexametrics
Selasa, 26 Jan 2021
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Kuota Gratis Dihentikan, Belajar Daring Tak Diperpanjang?

13 Januari 2021, 17: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Kuota Gratis Dihentikan, Belajar Daring Tak Diperpanjang?

(AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

Radar Tuban - Pemerintah belum memutuskan perpanjangan kuota internet gratis untuk guru dan siswa. Hingga kemarin (12/1), Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban belum tahu apakah kuota belajar daring dari Kemendikbud kembali diadakan pada 2021 atau berhenti pada Desember lalu.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Ke pa la Disdik Tuban Nur Khamid mengatakan, hingga pertengahan Januari ini belum ada kabar lebih lanjut terkait kuota internet gratis. Dia berharap kuota internet gratis bagi pelajar dan guru diperpanjang.

Apalagi, diperkirakan belajar tatap muka masih diperpanjang lebih lama lagi. ‘’Hingga Januari 2021 ini kami belum dapat kabar apakah kuota internet gratis diperpanjang atau tidak,’’ tutur dia.

Mantan sekretaris disdik ini menyampaikan, selama ini bantuan kuota internet sangat membantu proses belajar daring. Orang tua siswa tak lagi dibingungkan dengan alasan kuota internet yang mahal. Terlebih, untuk siswa kelas dasar yang membutuhkan kuota lebih banyak untuk tugas melalui video. ‘’Semoga tetap diperpanjang selama belajar daring diterapkan,’’ kata berharap.

Perlu diketahui, pemerintah me lalui Kemendikbud menggelontorkan bantuan subsidi internet untuk sekolah daring. Tiap siswa mendapatkan 30Gb per bulan. Sementara untuk guru 45 Gb. Seluruh bantuan untuk pendidikan diserahkan langsung oleh Kemendikbud ke nomor ponsel siswa dan guru.

Disdik hanya mendapat laporan penerimaan bantuan tersebut. ‘’Semua bantuan mengacu dapodik,’’ ujar Nur Khamid. Pada 2020, bantuan kuota pendidikan tersebut diberikan secara bertahap dua kali sebulan.

Pemberian kuota internet dila kukan sejak Oktober hingga Desember. Selama tiga bulan, para siswa dan guru mendapat kuota internet gratis untuk mengakses aplikasi pembelajaran. ‘’Jika bantuan tak turun, sekolah bisa memanfaatkan BOS (bantuan operasional sekolah) untuk membantu siswa tidak mampu belajar daring,’’ kata Nur Khamid.

(bj/ds/yud/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia