alexametrics
Selasa, 26 Jan 2021
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Vaksinasi Covid Lamongan Diundur Bulan Depan

13 Januari 2021, 16: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Vaksinasi Covid Lamongan Diundur Bulan Depan

(AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

Radar Lamongan – Satgas Covid-19 Kabupaten Lamongan sempat menyatakan vaksinasi bakal dilakukan minggu ini. Namun, rencana itu tidak bisa terlaksana. ‘’Kemungkinan masih bulan depan karena pencanangan besok (hari ini, Red) pusat dulu. Lamongan masuk termin dua,” klaim Koordinator Bidang Preventif dan Promotif Satgas Covid-19 Kabupaten Lamongan Taufik Hidayat kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Menurut dia, setelah pencanangan dari pusat, dilanjutkan tingkat provinsi (14/1). Sehari kemudian tingkat kabupaten. Sesuai arahan pusat, lanjut Taufik, kabupaten/ kota di Jawa Timur yang menjadi prioritas ada tiga. Yakni, Sidoarjo, Gresik, dan Surabaya. 

Sehingga, dia memastikan minggu ini tidak bisa dilaksanakan vaksinasi di Lamongan. Taufik memerkirakan pelaksanaannya bulan depan. Dia masih menunggu informasi lebih lanjut. “Kita juga belum terima vaksinnya karena ada perubahan pencanangan tersebut. Kabupaten masih menunggu progress selanjutnya,” tutur pria yang juga kepala Dinas Kesehatan Lamongan itu.

Versi Taufik, maju ataupun mundur pelaksanaan vaksinasi ini tidak berdampak besar. Faktor utama yang menjadi perhatian pemerintah saat ini, kebiasaan masyarakat. Mereka yang taat protokol kesehatan dipastikan bisa meminima lisasi penularan covid-19.

Dia menyambut positif adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Menurut Taufik, taat prokes akan terus disosialisasikan kepada masyarakat. Sementara vaksinasi menjadi pilihan realistis dan utama.

Vaksinasi merupakan bagian dari upaya pencegahan, menciptakan kekebalan bersama sehingga bisa terhindar dari virus tersebut. Taufik menilai vaksinasi aman seperti imunisasi yang berlaku selama ini. Efek yang ditimbulkan demam ringan dan gatal. Tidak ada yang fatal.

“Sudah dilakukan uji klinis dan nantinya kita siapkan petugas khusus dan fasilitas penyimpanan sesuai standar kebutuhan,” jelas pejabat asal Mojokerto itu. Taufik menambahkan, jumlah penerima vaksin belum turun. Data yang masuk sementara ada 6.040 orang dan kebutuhannya 12.080 dosis.

Sebab, satu orang membutuhkan dua kali vaksinasi periode 14 hari. Dia memastikan fasilitas penyimpanan dan cold chain sudah siap. Petugas vaksinasi juga disiapkan 410 orang. Selain akan bertugas memberikan vaksin, mereka juga akan memonitor gejala pendek dan panjang dari penerima vaksin covid-19 tersebut.

(bj/yan/rka/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia