alexametrics
Selasa, 26 Jan 2021
radarbojonegoro
Home > Opini
icon featured
Opini
Oleh: Ilham Kakung Triyogo

Sudah Efektifkah Pembelajaran Metode Daring Selama Pandemi?

13 Januari 2021, 16: 10: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Sudah Efektifkah Pembelajaran Metode Daring Selama Pandemi?

Share this      

OPINI - Sejak diumumkan kasus pertama Corona Virus Disease (Covid-19) oleh Presiden Joko Widodo bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus awal maret 2020, banyak terjadi perubahan diberbagai bidang. Kondisi seperti ini telah mengganggu aktivitas kegiatan sehari-hari manusia diberbagai sektor kehidupan, misalnya pendidikan.

Pembelajaran yang awalnya dilakukan di ruang kelas, dan bertatap muka secara langsung berubah menjadi menggunakan teknologi digital dan memanfaatkan media aplikasi, seperti zoom meeting, google meet, google classroom, dan berbagai aplikasi lainnya, metode daring (dalam jaringan) menjadi alternatif sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) karena dilakukan secara online dan memungkinkan untuk melakukan social distancing. \

Metode daring merupakan sistem pembelajaran yang dilakukan secara online menggunakan perangkat tertentu yang tersambung dengan jaringan internet tanpa bertatap muka secara langsung antara pengajar dengan siswa/mahasiswa-nya. Dengan diberlakukannya kebijakan pembelajaran daring sesuai dengan himbauan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia melalui Surat Edaran nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19.

Sejauh ini jika saya mengamati lingkungan sekitar, pembelajaran secara daring dapat menimbulkan beberapa pro dan kontra, seperti keefektivitasan-nya. Beberapa siswa mengeluh karena keterbatasan materi yang disampaikan oleh dosen melalui pdf, mereka merasa sulit untuk memahami materi yang bersifat praktik dan non-praktik, siswa hanya mendapatkan materi saja lalu disuruh untuk mengerjakan tugas tanpa diberikan penjelasan melalui video.

Untuk daerah-daerah yang kurang dijangkau dengan sinyal mereka akan kesulitan untuk memperoleh kualitas jaringan internet yang baik, dan ada beberapa siswa yang tidak memiliki teknologi gawai atau sudah memiliki teknologi gawai tetapi kurang memadai sehingga mereka akan menemukan beberapa kendala seperti nge-lag, fitur yang tidak support, dan menurunnya produktivitas.

Sedangkan disisi lain beberapa siswa dan pengajar berpendapat bahwa, bahan ajar yang didapat bisa diakses dengan waktu yang lama dan lengkap daripada tatap muka, metode daring juga memungkinkan siswa untuk leluasa mengakses materi dari media apapun yang relevan dan valid sumbernya sehingga dapat menambah wawasan mengenai materi yang sedang dibahas, dan juga dapat menghemat waktu dan tenaga karena pembelajaran dilakukan dirumah sehingga siswa dan guru bisa lebih banyak mrnghabiskan waktu bersama keluarga di rumah masing-masing. 

Saya telah melakukan survei berdasarkan keefektifan pembelajaran daring selama pandemi Covid-19 melalui Google Form. Survei singkat yang saya buat telah mendapatkan sebanyak 148 responden yang terdiri dari siswa dan mahasiswa  aktif, dan sedang mengikuti pembelajaran secara daring. Sebanyak 85 orang (58%)  mengeluhkan jika pembelajaran secara daring ini kurang efektif, 60 orang (40%) menjawab mungkin, dan 3 orang (2%) menjawab efektif. Kebanyakan yang menjawab kurang efektif disebabkan karena jaringan internet yang tidak stabil, gagap teknologi, pemahaman materi yang disampaikan, teknologi yang dimiliki, dan kurangnya motivasi.

Jaringan internet

Jaringan internet adalah hal yang sangat vital dalam pembelajaran daring, jaringan internet dapat berupa paket data ataupun wifii. Seseorang tidak akan bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar online jika tidak mempunyai jaringan internet. Dalam hal ini beberapa siswa mengeluh dikarenakan jaringan internet yang tidak stabil dan terputus putus saat melakukan kegiatan belajar mengajar, tak jarang tiba-tiba aplikasi yang digunakan untuk mengadakan pertemuan keluar dengan sendirinya. Sudah saatnya pemerintah untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas jaringan internet agar semua warga Indonesia dapat mengaksesnya dan agar kegiatan belajar mengajar bisa efektif dan efisien.

Gagap teknologi 

Teknologi merupakan hal yang esensial dalam mengadakan pertemuan online. Namun, beberapa siswa maupun pengajar masih kurang mengenali dan memahami teknologi gawai yang dipakai, seharusnya pihak sekolah dihimbau untuk mengadakan pelatihan teknologi serta implementasi secara langsung kepada warga sekolah agar pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Materi yang disampaikan

Para siswa mengeluh karena materi yang disampaikan oleh pengajar cenderung monoton. Pengajar  hanya memberikan bahan ajar, menyuruh absen, lalu meninggalkan kelas begitu saja tanpa memberikan penjelasan atau memberikan kesempatan bertanya kepada siswanya. Hal ini kegiatan belajar mengajar menjadi tidak efektif dikarenakan materi tidak bisa tersampaikan dengan baik dan sulit untuk memahami, diharapkan untuk pengajar lebih memperhatikan siswanya.

Dengan memberikan layanan konsultasi materi, mengadakan review materi setiap minggu, memberikan penjelasan melalui meeting maupun berupa video, memberikan kesempatan siswa untuk bertanya secara bergantian, serta siswa juga harus aktif dalam menyampaikan dan memahami materi yang sudah diberikan sebelumnya, jika melakukan komunikasi dua arah antara pengajar dan yang diajar kegiatan belajar mengajar secara daring akan lebih efektif bila hal tersebut terpenuhi. 

Teknologi yang dimiliki

Teknologi yang dimiliki juga merupakan salah satu kurang efektifnya pembelajaran dimasa pandemi, sebagian siswa merasa belum siap mengikuti pembelajaran daring karena belum mempunyai teknologi gawai yang mumpuni, mereka memilih untuk meminjam perangkat kepada seseorang yang mempunyai perangkat gawai.

Kurangnya motivasi

Kurangnya motivasi dari siswa juga dapat mempengaruhi efektifitas pembelajaran, siswa yang kurang motivasi akan cenderung bersikap kurang menghormati pada saat melakukan meeting, mereka akan menonaktifkan kamera dan mic-nya lalu melakukan kegiatan diluar pembelajaran.

Motivasi dari individu masing-masing menjadi faktor utamanya, diharapkan siswa untuk membangkitkan semangat dari dalam diri masing-masing dengan melakukan persiapan sebelum meeting dimulai seperti mandi terlebih dahulu, makan yang cukup, memakai pakaian yang rapi, dan duduk di tempat yang nyaman. Dengan begitu siswa akan lebih fokus dalam menyimak materi daripada menyimak materi sambil tidur-tiduran.

Semua komponen mulai dari siswa, pengajar, dan orang tua harus saling bekerja sama, memberikan motivasi dukungan yang kuat, dan memonitoring siswanya agar pembelajaran secara daring dapat berjalan dengan efektif. Lantas bagaimana menurut pendapat anda pribadi, apakah pembelajaran secara daring sudah efektif? 

*Mahasiswa jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Malang

(bj/*/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia