alexametrics
Rabu, 20 Jan 2021
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Sulit Batasi Wisatawan Daerah PPKM

12 Januari 2021, 18: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

TAK BANYAK PENGUNJUNG: Wisata pemandian air hangat Nganget di Desa Kedungjambangan, Kecamatan Bangilan yang masih lesu.

TAK BANYAK PENGUNJUNG: Wisata pemandian air hangat Nganget di Desa Kedungjambangan, Kecamatan Bangilan yang masih lesu. (YUDHA SATRIA A/RDR.TBN)

Share this      

Radar Tuban – PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) resmi berlaku sejak kemarin (11/1). Satgas Covid-19 Kabupaten Tuban memastikan Bumi Wali tak ikut PPKM karena berstatus zona oranye.

Pemberlakuan PPKM di sejumlah kota di Jawa Timur pun tak berdampak banyak. Termasuk, orang dari daerah yang menerapkan PPKM masih boleh berwisata di Tuban. Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban Sulistyadi mengatakan sementara belum ada pembatasan untuk wisatawan dari daerah PPKM. Sebab, cukup sulit untuk mengidentifikasi wisatawan dari kota yang berstatus zona merah.

‘’Misal ada pengunjung beridentitas KTP dari zona merah La mongan tapi sudah lama ting gal di Tuban, ini sulit diidentifikasi,’’ ungkap dia.

Pejabat yang akrab disapa Didit ini mengatakan, selain Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik) dan Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu), ada lima daerah lain yang diterapkan PPKM. Yakni Ngawi.

Kabupaten Blitar, Lamongan, Kabupaten Madiun, dan Kota Madiun. Nyaris mustahil melarang wisatawan dari zona PPKM tersebut untuk masuk Tuban. ‘’Kami masih kaji tentang ini,’’ jelasnya.

Untuk sementara pihaknya hanya bisa memberi aturan terkait batas maksimal kunjungan 30 persen. Aturan yang awalnya berakhir kemarin (11/1), diperpanjang hingga 25 Januari atau berakhirnya PSBB Jawa-Bali. ‘’Sementara masih memakai batasan pengunjung lokasi maksimal 30 persen, berlaku untuk siang dan malam sampai ada SE terbaru yang mengubah aturan tersebut,’’ tutur mantan camat Merakurak itu.

Aturan tersebut berlaku untuk semua sektor wisata dan turunannya seperti retoran, rumah makan, hotel, rumah pijat, karaoke, dan lainnya. Di bagian lain mantan camat Tuban ini mengatakan selama pandemi kunjungan wisata di Tuban masih di bawah 30 persen. Sehingga tak sulit mengatur pengelola wisata untuk taat aturan pembatasan kunjungan tersebut. ‘’Selain wisata pantai, kunjungan masih sangat sepi,’’ ujarnya.

(bj/wid/yud/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia