alexametrics
Selasa, 26 Jan 2021
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Daerah Rendah Terendam Banjir Lebih Lama

12 Januari 2021, 13: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

TERGENANG: Tim BPBD Tuban mengecek kondisi banjir di Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak kemarin (11/1) sore.

TERGENANG: Tim BPBD Tuban mengecek kondisi banjir di Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak kemarin (11/1) sore.

Share this      

Radar Tuban – Ancaman banjir di Tuban tak lagi mengincar daerah bantaran Bengawan Solo. Daerah yang sebelumnya aman dari genangan air pun kini mulai terancam. Diprediksi genangan air masih akan sering menyambangi berbagai wilayah di Tuban seiring puncak musim penghujan yang masih berlangsung Februari mendatang.

Khususnya daerah yang lebih rendah. Sebab, sebagian besar banjir yang terjadi di Tuban dua bulan terakhir merupakan kiriman dari dataran yang lebih tinggi. Seperti yang terjadi kemarin (11/1) siang. Hanya hujan beberapa menit saja, sejumlah desa di Kecamatan Merakurak terendam. Titik terparah terjadi di Desa Tuwiri Wetan. Kedalaman airnya mencapai satu meter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Yudi Irwanto menjelaskan, banjir di Merakurak merupakan kiriman dari Kecamatan Montong dan Kerek. Hujan di dataran tinggi dan sekitarnya itu memicu sejumlah sungai di desa setempat meluap.

‘’Sebanyak 220 KK (kepala keluarga) yang terendam. Ketinggian sempat satu meter dan surut hingga lutut orang dewasa,’’ jelas dia kepada Jawa Pos Radar Tuban. Karena berada di dataran rendah, kata Yudi, genangan air di Desa Tuwiri Wetan bertahan cukup lama sekitar 2-3 jam.

Berbeda dengan Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding yang dua hari lalu terendam. Genangan air hanya bertahan sekitar setengah jam pasca hujan reda. ‘’Desa Tuwiri Wetan termasuk dataran rendah, jadi genangan airnya bertahan lebih lama,’’ tutur dia.

Mantan kabag umum setda itu mengatakan, genangan di Tuwiri Wetan terparah berada di Dusun Juwiri. Di dusun tersebut, air menggenangi sebagian besar pemukiman warga. Jalan desa juga lumpuh beberapa saat karena terendam. Banjir yang mulai menggenang sekitar pukul 14.00 itu bertahan dengan ketinggian sekitar 30 - 50 cm. ‘’Ini banjir kedua selama sebulan terakhir,’’ ujar Yudi. 

(bj/ds/yud/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia