alexametrics
Selasa, 26 Jan 2021
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Status Zona Turun, Vaksin Sinovac Belum Terkirim ke Lamongan

12 Januari 2021, 15: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Status Zona Turun, Vaksin Sinovac Belum Terkirim ke Lamongan

(AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

Radar Lamongan - Peta zonasi Covid-19 Kabupaten Lamongan kembali berubah. Jika pekan lalu status Kota Soto ini zona merah, maka per Minggu (10/1) berubah lagi menjadi oranye. Berdasarkan peta zonasi versi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, skor resiko daerah kasus Covid-19 kini Lamongan berada di peringkat ke-20. Resikonya sedang dengan skor 2,07.

Pekan lalu, skor resiko daerah Lamongan turun drastis di peringkat 36 dengan resiko tinggi skor 1,8. Koordinator Bidang Preventif dan Promotif Satgas Penanganan Covid-19 Lamongan dr Taufik Hidayat menuturkan, agar peta zonasi tidak berubah menjadi zona merah lagi, maka seluruh pihak harus bekerja sama melakukan akselerasi atau percepatan. Terutama terhadap komponen-komponen serta kegiatan-kegiatan untuk pencegahan peningkatan transmisi penularan Covid-19.

‘’Seperti mengoptimalkan patroli gabungan dan meningkatkan peran petugas penegak disiplin untuk menyosialisasikan instruksi Kemdagri (Kementrian Dalam Negeri), gubernur, dan bupati tentang PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat),’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (11/1).

Pria yang juga kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan tersebut menilai, saat ini perilaku memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak menjadi kebutuhan utama. Taufik juga mewanti-wanti agar masyarakat juga senantiasa menjaga daya tahan tubuhnya.

‘’Menjaga daya tahan tubuh itu juga penting. Agar bila terinfeksi tetap sehat dan sembuh. Apalagi dalam waktu dekat ini vaksinasi juga akan dimulai,’’ jelasnya. Hingga kemarin (11/1) vaksin Sinovac belum terkirim ke Lamongan. Rencananya, sasaran tahap awal di Lamongan 3.216 orang. Sasaran tersebut membutuhkan 6.432 dosis. Sebab, satu orang minimal dua kali vaksinasi periode 14 hari.

Sasaran penerima vaksinasi tahap awal itu tenaga kesehatan, personel TNI, Polri, Pol PP, dan lanjut usia (lansia). Seperti diberitakan, dinkes telah menyiapkan empat puskesmas sebagai RS lapangan dan meningkatkan kapasitas RS untuk penanganan Covid-19. RSUD dr Soegiri Lamongan yang menjadi RS rujukan, juga menambah kapasitas tempat tidur bagi pasien suspek serta terkonfirmasi Covid-19.

Enam puluh tempat tidur ditambahkan RS milik pemerintah ini untuk menampung pasien Covid-19 rujukan dari Lamongan sendiri maupun daerah lain. Sebab, Fasilitas Isolasi dan Layanan Covid-19 yang diresmikan Juli lalu hanya memiliki 75 tempat tidur di ruang isolasi, serta tujuh tempat tidur di ruang ICU. Direktur RSUD dr Soegiri Lamongan dr Moh Chaidir Annas mengatakan, penambahan kapasitas tempat tidur sudah dilakukan. Tempat tidur tersebut ditempatkan di ruang rawat inap seroja dan ruang rawat inap teratai.

‘’Posisi ruang ini berdampingan dengan ruang rawat inap kemuning yang sudah terlebih dulu difungsikan sebagai ruang isolasi untuk pasien-pasien Covid-19,’’ katanya. Menurut Annas, pertimbangan utama penambahan 60 tempat tidur tersebut untuk mengantisipasi agar semua pasien Covid-19 bisa mendapatkan pelayanan di RS. Terutama pasien yang memiliki gejala pneumonia dan kormobid atau penyakit penyerta. ‘’Termasuk antisipasi bila ada peningkatan kasus Covid-19,’’ katanya.

(bj/yan/din/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia