alexametrics
Selasa, 26 Jan 2021
radarbojonegoro
Home > Blora
icon featured
Blora

Ibu Hamil dan Pasien Covid Tak Boleh Divaksin

12 Januari 2021, 17: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Ibu Hamil dan Pasien Covid Tak Boleh Divaksin

Share this      

Radar Bojonegoro – Vaksin Covid-19 direncanakan tiba di Blora besok (13/1), namun vaksin itu baru bisa digunakan Februari mendatang. Tak semua masyarakat bisa menerima vaksin tersebut. Khusus ibu hamil dan pasien korona tak boleh mengikuti vaksinasi. Tapi, Bupati Blora siap divaksin, sebagai edukasi masyarakat vaksin itu penting untuk menekan angka sebaran Covid-19.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora Henny Indriyanti menjelaskan, vaksin Covid-19 sudah berada di Jawa Tengah, dan siap didistribusikan ke Blora rencananya 13 Januari. ‘’Hanya saja, untuk Blora akan dilaksanaan vaksinasi pada awal Februari. Sedangkan vaksin nantinya akan disimpan di gudang Farmasi Blora,’’ ungkapnya.

Menurut Henny, proses vaksinasi korona ada beberapa alur dan ketentuan yang tidak boleh diberikan suntikan vaksin. Yaitu warga yang menderita penyakit jantung, gagal ginjal, darah tinggi dan kencing manis. ‘’Termasuk pasien positif Covid-19 dan ibu hamil juga tidak dibolehkan untuk di suntik vaksin,’’ tegasnya.

Berdasarkan instruksi presiden, untuk program vaksinasi korona diberikan secara gratis dan masyarakat tidak dikenakan biaya. Bupati Blora Djoko Nugroho menyatakan siap menjadi contoh vaksinasi Covid-19 di Blora. Agar masyarakat yang akan mendapatkan vaksin tak merasa takut dan semakin yakin. Vaksin sendiri rencananya akan sampai di Blora pada 13 Januari nanti. Namun baru bisa dilaksanakan vaksinasi pada satu bulan lagi.

‘’Tapi saya minta di Blora pada tanggal 13 nanti termasuk kick off, harus ada satu dua orang, bisa saya yang menjadi contoh, agar pelaksanaan vaksinasi selanjutnya lancar semuanya,’’ ujar Bupati Djoko Nugroho saat di kantor Sekda Blora.

Bupati menyatakan rela pertama divaksin, tujuannya menjadi salah satu bentuk sosialisasi. ‘’Jadi apa yang dilakukan kepada saya itu salah satu bentuk sosialisasi bergambar. Ini lo pak bupati wes nyuntik gak popo (ini pak bupati sudah disuntik dan tidak apa-apa, Red),’’ ujar bupati akrab disapa Kokok ini.

Menurutnya, menjelang tahapan vaksinasi di media sosial sudah muncul kabar yang menambah ketakutan masyarakat. Ada di salah video yang memberi narasi jika salah satu pondok pesantren mengatakan ada banyak pingsan karena divaksin. ‘’Siapa bilang, vaksin itu serentak tidak ada yang duluan, masak ada vaksinasi bupatinya tidak tahu, lurahnya tidak tahu,’’ sindirnya.

(bj/msu/fud/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia