alexametrics
Selasa, 26 Jan 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Bulan Ini Puncak Hujan, Desa Gondang Banjir

11 Januari 2021, 15: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

BANDANG: Banjir menerjang kawasan Gondang kemarin (10/1) Hingga malam air mulai surut.

BANDANG: Banjir menerjang kawasan Gondang kemarin (10/1) Hingga malam air mulai surut.

Share this      

Radar Bojonegoro - Bulan ini hingga Februari mendatang merupakan puncak musim hujan. Banjir luapan sungai masih terus mengintai. Terutama kali atau sungai kiriman dari kawasan selatan. Edukasi kebencanaan diperlukan mengingat tingginya curah hujan akibat fenomena la nina ini.

“Lalu, penyebab lainnya seperti kurangnya resapan air karena semakin banyak permukiman warga. Lalu, saluran drainase mengalami pendangkalan sehingga daya tampung air menururun, butuh normalisasi,” Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Nadif Ulfia.

Sejauh ini, berdasar asesmen Tim BPBD banjir luapan kerap terjadi usai hujan deras ketika sore sekitar pukul 17.00. Kemudian, butuh waktu sekitar tiga jam air mulai surut. Sementara itu, kemarin banjir bandang di Kecamatan Gondang.

Sekitar pukul 14.00 kemarin anak Kali Pacal dan Kali Gandong meluap mengakibatkan Dusun/ Desa Gondang dan Dusun Tliweng, Desa Senganten, Kecamatan Gondang tergenang. Akibatnya jalan poros desa serta 53 rumah terdampak. Air mulai perlahan surut sejak pukul 20.00.

”Ketinggian air akibat luapan anak Kali Pacal dan Kali Gandong sekitar 30 hingga 40 sentimeter,” kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiaggaan BPBD Bojonegoro Eko Susanto.

Dia menambahkan, bahwa ada lima kecamatan terdampak banjir luapan sungai pada 8-9 Januari lalu. Pada Jumat lalu (8/1), Kali Curing dan Kali Pundong meluap mengakibatkan Kecamatan Kedewan, Kasiman, Malo, dan Padangan, tergenang.

“Banjir luapan tersebut menggenangi 711 rumah warga dan 90 hektare area persawahan,” ujar Eko. Kemudian, pada Sabtu lalu (9/1) Kali Kening meluap mengakibatkan Desa Guyangan dan Desa Sumberjo di Kecamatan Trucuk tergenang. Ada 68 rumah dan 39 hektare sawah tergenang.

Luapan air sudah surut sekitar pukul 09.00 kemarin pagi (10/1). “Beberapa fasilitas umum seperti TK, SD, musala, dan jalan poros desa juga terdampak. Namun, air sudah surut pagi tadi (kemarin),” katanya. Eko menilai berkurangnya pohon di berbagai wilayah cukup berdampak terhadap sering terjadinya luapan sungai maupun tanah longsor.

(bj/rij/gas/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia