alexametrics
Senin, 25 Jan 2021
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Banjir Bengawan Jero, Sungai Dipenuhi Eceng Gondok

09 Januari 2021, 15: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

GANGGU ALIRAN AIR: Eceng gondok yang tumbuh subur di sungai sekitar Jembatan Kiringan, Desa Kemlagilor kemarin.

GANGGU ALIRAN AIR: Eceng gondok yang tumbuh subur di sungai sekitar Jembatan Kiringan, Desa Kemlagilor kemarin. (INDRA GUNAWAN/RDR.LMG)

Share this      

Radar Lamongan - Anggota Komisi B DPRD Lamongan Anshori menuding pemkab setempat cukup lambat mengatasi permasalahan di sekitar Bengawan Jero. Banjir mengakibatkan masyarakat terisolasi.  Politisi F-Gerindra tersebut miris melihat kondisi di wilayah bantaran Bengawan Jero saat meninjau banjir di Kecamatan Turi dan Kecamatan Kalitengah kemarin (8/1).

‘’Saat banjir, masyarakat tidak bisa menggunakan jalur darat, kendaraan banyak yang mogok. Nah lewat jalur air, masyarakat juga tidak bisa, karena banyaknya eceng gondok ini,’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan. 

Di Jembatan Kiringan, Desa Kemlagilor, tumpukan eceng gondok ke timur maupun barat sepanjang sekitar 10 kilometer (km). ‘’Ya ini kan hampir dari perbatasan. Kalitengah, Pucangro, hingga ke Blawi. Jadi memutus akses transportasi via air,’’ kata Anshori. 

Dia berharap, seminggu ini pemkab bisa membersihkan eceng gondok. Sehingga, perekonomian masyarakat tidak semakin lumpuh. ‘’Saya harapkan minggu depan, pemerintah sudah bisa mencari jalan keluar. Salah satunya ya untuk memerlancar aktivitas masyarakat agar perekonomian tidak lumpuh,’’ ujarnya. 

Mashuda, warga di wilayah Bengawan Jero, mengatakan, tumpukan eceng gondok cukup mengganggu. Sebab, jalur transportasi air menjadi buntu. Menurut dia, itu merupakan satu-satunya alternatif transportasi ketika jalur darat tergenang air. 

‘’Ketika musim banjir seperti ini, digunakan masyarakat untuk transportasi air. Sepeti yang kita lihat di sini, mengganggu transportasi air, ketika yang di darat tergenang air,’’ ujarnya. Pedagang di Pasar Kiringan tersebut menyatakan, warga dari Kepudibener, Pomahanjanngan, Bojoasri, dan desa lainnya kerap menggunakan perahu melalui sungai yang terdapat tumpukan eceng gondok tersebut. Apalagi, mayoritas warga biasanya membeli kebutuhan pokok di Pasar Kiringan. 

‘’Kegiatan ekonomi sedikit terganggu, khususnya dari beberapa warga keluhannya kalau ke Pasar Kiringan ini, kesulitan aksesnya,’’ imbuhnya. Mashuda berharap segera dilakukan pembersihan eceng gondok yang cukup banyak tersebut.

‘’Biasanya kalau tidak ada eceng gondok, bisa cepat surut,’’ katanya. Pedagang bahan kebutuhan pokok di Pasar Kiringan, Kusnan, merasakan dampak lumpuhnya akses darat dan air di Bengawan Jero. Menurut dia, sudah setahun lebih, tidak ada pembersihan di sungai tersebut. ‘’Sangat berpengaruh pada penjualan di Pasar Kiringan,’’ ujarnya. 

Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumberdaya Air M Jufri mengatakan, pihaknya masih fokus terhadap aliran air di hilir DAS Bengawan Solo.  ‘’Amphibi kita kasih di wilayah Priyoso, Glagah. Kita fokus di hilir dulu, supaya air bisa mengalir cepat,’’ katanya. 

Meski demikian, lanjut dia, pihaknya sudah merencanakan pembersihan eceng gondok di sepanjang sungai di Desa Kemlagilor.  ‘’Tapi ke depan ini, kami sudah berencana menggandeng pihak ketiga untuk melakukan pemotongan di sana. Ya dalam bulan-bulan ini akan diuji coba,’’ ujar Jufri.

(bj/yan/ind/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia