alexametrics
Selasa, 26 Jan 2021
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Mengintip Tren Mengoleksi Cupang Hias, Si Model Cantik bawah Air

08 Januari 2021, 13: 11: 52 WIB | editor : Nailul Imtihany

Mengintip Tren Mengoleksi Cupang Hias, Si Model Cantik bawah Air

(YUDHA SATRIA A/RDR.TBN)

Share this      

Radar Tuban - Dulu, ikan cupang tak lebih dari penghias akuarium dan hewan aduan anak-anak. Sekarang, cupang bisa jadi koleksi mewah yang harganya melejit. Untuk cupang jenis tertentu yang langka dan memiliki corak unik bisa laku belasan hingga puluhan juta rupiah.

Ya, sekarang ini ikan cupang tengah naik level. Jika dulu dijajakan penjual ikan keliling di pinggir jalan, kini penjual ikan cupang jenis tertentu memasarkan di media sosial seperti Instagram dan Facebook. Tak jarang ikan cupang dijual dengan sistem bid atau lelang.

Yang menawar dengan harga tertinggi berhak memiliki ikan cupang tersebut. Tentu, ikan yang ditawarkan melalui online tersebut berbeda dengan yang dipasarkan penjual keliling. Semua ikan yang dilelang adalah ikan hasil rekayasa genetika. Rata-rata ikan dari hasil perkawinan silang peranakan Thailand dengan jenis lokal.

Ikan cupang Thailand dipilih karena memiliki ciri khas warna yang mencolok. Warna mencolok inilah yang sering memikat para kolektornya. Kepada Jawa Pos Radar Tuban, Franky Setiawan, salah satu kolektor ikan cupang di Tuban mengatakan, mengoleksi ikan cupang sekarang ini menjadi tren.

Beberapa jenis ikan cupang yang banyak diminati, antara lain, plakat nemo ulti, bluerim, halfmoon, dan crown tail. ‘’Jika motif ikan rapi, kolektor tak segan membeli dengan harga belasan hingga jutaan rupiah,’’ tutur dia.

Wiraswasta yang tinggal di Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban ini mengatakan, karena harganya mahal, ikan cupang memiliki perlakuan khusus. Salah satunya, menghindari sirip dan ekornya sobek. Salah satu keindahan pada sirip dan ekor ikan inilah yang sering memikat para pembelinya.

Franky mengatakan, ikan cupang memiliki usia rata-rata 2-3 tahun. Selama itu, ikan harus mendapat perlakuan khusus. Salah satunya air tempat hidup ikan harus memiliki 6-7 Ph. Untuk mengurangi Ph, air tawar tempat tinggal ikan biasanya diberi pohon ketapang. Namun, karena Ph air tawar di Tuban berkisar 6,5, tak perlu tambahan perlakuan khusus pada air.

Selama pandemi, kata Franky, sering diadakan kontes foto ikan cupang. Ikan cupang milik Franky termasuk sering jadi objek jepretan kamera. Dengan studio mini yang dia buat, ikan-ikan tersebut bisa dibidik ketika melebarkan sirip dan sayapnya di depan lensa kamera. ‘’Untuk menyalurkan hobi memelihara ikan sekaligus fotografi,’’ ujar dia.

(bj/ds/yud/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia