alexametrics
Selasa, 26 Jan 2021
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Prediksi Tahun Ini Lebih Banyak Lowongan pekerjaan

07 Januari 2021, 19: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Prediksi Tahun Ini Lebih Banyak Lowongan pekerjaan

Share this      

Radar Lamongan – Pandemi Covid-19 yang merebak sejak Maret lalu berdampak terhadap jumlah pencari kerja (pencaker) di Kabupaten Lamongan. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lamongan mencatat, tahun lalu hanya ada 2.075 pencaker berdasarkan database pemohon kartu Ak-1 atau kartu kuning serta peserta job fair Oktober lalu.

Menurut Kabid Informasi Pasar Kerja dan Peningkatan Produktivitas Disnaker Erwin Nurdiansyah, jumlah pencaker tersebut secara umum turun hingga 60 persen dibanding 2019. ‘’Saat pandemi, para pencaker sudah tahu jika perusahaanperusahaan banyak tidak membuka lowongan kerja karena memilih mempertahankan SDM (sumber daya manusia) yang sudah ada. Saat itu juga, informasi lowongan kerja (loker) kita juga minim,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (6/1).

Pada job fair sebelumnya, ada 41 perusahaan dari Lamongan maupun luar daerah yang berpartisipasi dengan 1.100 lowongan kerja yang ditawarkan. Menurut Erwin, lowongan kerja yang ada didominasi untuk posisi staf bagian produksi. Mayoritas pencaker lulusan SMA/MA/SMK sederajat berminat dengan penempatan kerja tersebut.

Sedangkan lowongan untuk posisi lain seperti manajemen keuangan, pemasaran, dan translator, jumlahnya terbatas. ‘’Misalnya translator mungkin hanya satu-dua orang yang dibutuhkan. Kalau staf bagian produksi tenaga yang dibutuhkan minimal lulusan SMA. Tapi lulusan SMP sebenarnya juga diterima. Cuma yang isi formasi itu tidak banyak,’’ ujarnya.

Tahun ini, disnaker berencana menyelenggara dua job fair skala besar dan dua mini job fair. Khusus mini job fair, pihaknya bekerja sama dengan lembaga SMK di wilayah utara dan selatan, serta pesertanya terbatas. Sedangkan job fair skala besar bisa diikuti pencaker dari berbagai daerah. Namun, disnaker belum bisa memastikan kapan bursa kerja tersebut digelar.

‘’Karena job fair ini berhubungan dengan mengumpulkan massa sehingga banyak pertimbangannya,’’ jelas Erwin. Dia memprediksi, informasi lowongan kerja tahun ini lebih banyak. Apalagi, sudah ada program vaksinasi Covid-19 yang dilakukan pemerintah. Adanya vaksinasi itu dinilai dapat menumbuhkan optimistis perusahaan untuk meningkatkan produksi lokal maupun ekspor.

‘’Otomatis SDM yang dibutuhkan perusahaan semakin banyak. Sehingga penyerapan tenaga kerjanya pun juga lebih banyak,’’ prediksinya. Disnaker berharap, rasio pencaker lebih sedikit dibandingkan penempatan kerjanya yang lebih banyak. Sebab, semakin banyaknya pencaker menunjukkan angka pengangguran di Kabupaten Lamongan bertambah.

(bj/yan/din/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia