alexametrics
Selasa, 26 Jan 2021
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Tiga Desa di Kabupaten Tuban Diterjang Banjir

01 Desember 2020, 11: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

KERJA BAKTI: Siswa bersama guru saat membersihkan lumpur di SDN Sumurgung I, Kecamatan Tuban.

KERJA BAKTI: Siswa bersama guru saat membersihkan lumpur di SDN Sumurgung I, Kecamatan Tuban. (YUDHA SATRIA A/RDR.TBN)

Share this      

Radar Tuban – Kekhawatiran terjadinya hujan deras akibat dampak dari La Nina akhirnya benar-benar terjadi di Tuban. Fenomena tersebut memicu sejumlah kawasan dikepung banjir akibat hujan deras yang turun sekitar 4—5 jam pada Minggu (29/11) malam. Banjir terparah terjadi di Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban; Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang; dan Desa Ngrayung, Kecamatan Plumpang.

Banjir di tiga desa tersebut kondisinya cukup parah. Ketinggian air sekitar 30-60 sentimeter (cm). Bahkan, hingga kemarin (30/11) pagi, genangan air masih terlihat di sejumlah titik di tiga wilayah tersebut.

Di Sumurgung, beberapa pemukiman warga yang lokasinya lebih rendah tergenang. Selama hujan, genangan air mencapai 60 cm dan surut sesaat setelah hujan reda. Salah satu lokasi yang rutin jadi langganan banjir adalah SDN Sumurgung 1.

Puluhan siswa yang mulanya belajar di rumah terpaksa masuk untuk kerja bakti membersihkan lumpur. Kepala SDN Sumurgung I Joko Supeno kepada Jawa Pos Radar Tuban mengatakan, sekolahnya menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras.

Salah satu pemicunya, bangunan sekolah lebih rendah dari jalan dan pemukiman sekitar. Terutama tiga ruang kelas yang merupakan bangunan lama. Genangan yang mencapai 50 cm tersebut selalu menyisakan endapan lumpur yang tebal setelah surut.

Di Panyuran, bah menggenangi sebagian pemukiman warga. Juga fasilitas umum, seperti pe lataran masjid, sekolah, dan wisata Pantai Kelapa. Hingga ke marin pagi genangan masih terlihat.

Di lokasi ini, banjir diduga akibat sampah yang menyumbat sungai, sehingga aliran air dari hulu mampet dan meluber ke jalan. Sampah yang menempel pada kedua sisi dinding sungai juga memicu sungai mengalami penyempitan.

Kemarin pagi, petugas gabungan Badan Penanggu langan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, dinas pekerjaan umum dan pe nataan ruang (DPUPR), dan dinas lingkungan hidup (DLH) meninjau lokasi banjir di Pa nyuran. Salah satu titik terparah bera da di sekitar Masjid Sidokabul.

Di lokasi banjir, Kepala BPBD Tuban Yudi Irwanto kepada wartawan koran ini mengatakan, pemicu banjir di Panyuran adalah saluran air yang mampet. Meski sudah dilakukan pembersihan sejak sepekan terakhir, sampah masih menumpuk dan memicu aliran sungai tak lancar.

Diungkapkan Yudi, sungai di kawasan kelurahan setempat mendapat banyak kiriman sampah mulai dari Lingkungan Widengan, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding. Berdasarkan hasil koordinasi, kata Yudi, DPUPR berencana menurunkan alat berat untuk mengeruk sampah di sekitar sungai.

Pertimbangannya, karena tenaga manusia tak mampu untuk membersihkan tumpukan sampah sebanyak itu. Sampah didominasi potongan pohon bogor, pisang, dan kayu. Se le bihnya sampah rumah tangga seperti plastik dan per kakas rumah. ‘’Kami agendakan untuk susur sungai agar mene mukan problem alirannya,’’ ujar dia.

(bj/jar/yud/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia