alexametrics
Selasa, 26 Jan 2021
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban
Dinas PUPR Kabupaten Tuban

Hudanoor Sukses Tuntaskan Pembangunan JLS

30 November 2020, 09: 46: 21 WIB | editor : Nailul Imtihany

MENJAWAB TANTANGAN INFRASTUKTUR: Potret hasil pembangunan JLS tahap pertama yang sudah bisa dilewati kendaraan.

MENJAWAB TANTANGAN INFRASTUKTUR: Potret hasil pembangunan JLS tahap pertama yang sudah bisa dilewati kendaraan.

Share this      

Penantian panjang itu akhirnya terwujud. Tepat menjelang akhir masa jabatan Bupati Fathul Huda dan Wakil Bupati Noor Nahar Hussein (Hudanoor) periode kedua, pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) akhirnya berhasil dituntaskan.

Sulit untuk dapat disangkal bahwa kepemimpinan Bupati Fathul Huda dan wakil bupati Noor Nahar Hussein adalah simbol pembaruan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tuban. Utamanya infrastruktur jalan sebagai tindak lanjut pemerintahan sebelumnya.

Telah begitu banyak pembangunan jalan yang berhasil dituntaskan selama dua periode memimpin Tuban. Mulai dari peningkatan kualitas jalan hingga pembangunan jalan baru. Dari jalan poros kecamatan hingga poros pedesaan. Sudah tidak terhitung berapa kilometer infrastruktur jalan yang tuntas dikerjakan.

Yang paling monumental sekaligus akan selamanya menjadi pengingat masyarakat Tuban adalah pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS). Jalan yang membentang dari ujung timur wilayah Kecamatan Semanding dan ujung barat Kecamatan Tuban itu sejatinya telah lama diwacanakan.

Jauh sebelum Bupati Fathul Huda memimpin Kabupaten Tuban. Namun, baru dikepemimpinan bupati Fathul Huda ini berhasil diwujudkan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Tuban Agung Supriyadi memastikan, pada akhir tahun ini pembangunan satu lajur ringroad yang membentang di wilayah selatan kota itu bakal tuntas.

‘’Sekarang sudah tersambung (dari pem bangunan jalan sebelumnya dengan pembangunan lanjutan tahap dua, Red). Sudah hampir seratus persen. Insya Allah sebelum akhir tahun sudah tuntas,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban. Dengan demikian, lanjut Agung, tahun depan pembangunan satu lajur JLS yang dituntaskan pada periode kedua bupati Fathul Huda itu sudah bisa difungsikan.

Artinya, kendaraan besar yang selama ini melintas di jalan kota sudah bisa dialihkan melalui ring road. Dengan begitu, tidak ada lagi cerita kemacetan di dalam kota. Untuk mengeksekusi pembangunan satu lajur JLS sepanjang kurang lebih 12 kilometer (km) tersebut, Dinas PUPR hanya membutuhkan waktu dua tahun. Menyisakan satu lajur yang harapannya dapat dilanjutkan oleh pemimpin Tuban mendatang.

Meski demikian, pembangunan satu lajur itu sudah cukup membanggakan karena satu lajur tersebut sudah bisa dioperasikan. ‘’Rencananya (desain jalan, Red) disiapkan dua lajur. Tapi untuk sementara dibangun satu lajur dulu. Dan itu sudah bisa difungsikan,’’ terang Agung.

Lebih lanjut Agung menyampaikan, JLS tidak hanya berfungsi untuk mengurai kemacetan dalam kota. Tetapi, juga sebagai investasi infrastruktur jangka panjang. Yakni, bertujuan untuk mengangkat perekonomian di sisi selatan Kota Tuban. Ditegaskan Agung, bupati Fathul Huda sangat menyadari bahwa keberadaan infrastruktur yang baik adalah modal dasar pergerakan ekonomi rakyat.

Karena itu, seluruh infrastruktur di Kabupaten Tuban diarahkan pada upaya pemerataan pembangunan ekonomi. ‘’Jadi, bukan hanya untuk mengurai kemacetan, tapi juga sebagai investasi jangka panjang, yakni pemerataan ekonomi,’’ terang mantan Kabag Pengadaan Barang/Jasa dan Administrasi Pembangunan Setda tersebut.

Secara perlahan namun pasti, kini mulai tumbuh kantong-kantong perekonomian baru di sepanjang jalur yang membelah beberapa desa di Kecamatan Semanding dan Tuban tersebut. Bahkan, saat proses pembangunan pun sudah mulai terasa geliat ekonominya. Banyak bangunan baru yang mulai berdiri di tepi sepanjang JLS. Sebagian besar didominasi pertokoan. Lahan di sepanjang jalur ring road yang dulu kurang diperhitungan, kini mulai menjadi rebutan investasi jangka panjang.

Bak mutiara hitam, mendadak tumbuh subur geliat perekonomian baru berkat pembangunan JLS. Masih dikatakan Agung, lebih dari dua tujuan di atas, keberadaan JLS juga sebagai daya tarik investor untuk berinvestasi di Tu ban. Sebab, salah satu upaya untuk menarik investasi dibutuhkan infrastruktur yang memadai.

Apalagi, ke depan Kabupaten Tuban akan menjadi kota industri dengan investasi kilang minyak terbesar seIndonesia. Sudah barang tentu geliat ekonomi di Bumi Wali akan tumbuh dengan cepat. ‘’Oleh karena itu, pondasi infrastruktur yang me ma dai mulai disiapkan dari sekarang,’’ tuturnya.

Bukan hanya JLS, peningkatan kualitas jalan yang menjadi kesiapan Kabupaten Tuban dalam menyambut investasi kilang juga telah disiapkan di sejumlah wilayah kecamatan. Jalan-jalan yang dulu sempit mulai dilebarkan dan ditingkatkan kualitasnya. Dari aspal yang terkadang masih menyisakan lubang dan gelombang, kini mulai dilakukan pembetonan.

Semua itu disiapkan karena menyadari pentingnya pembangunan jalan untuk memperlancar perekonomian masyarakat dan menyambut gempita industrialisasi Tuban mendatang. ‘’Juga sekaligus untuk menjawab tantangan infrastruktur saat ini, yakni memastikan mobilitas kendaraan tetap berjalan lancar seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan,’’ tandas Agung.

(bj/wid/tok/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia