alexametrics
Jumat, 23 Jul 2021
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Pembangunan Jalan Desa Digelontor Rp 452 Miliar

25 November 2020, 16: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

JALAN POROS DESA: Jalan di Desa Ngampel, Keca matan Kapas. Tim banggar DPRD menganggarkan pem bangunan jalan poros desa hampir setengah triliun.

JALAN POROS DESA: Jalan di Desa Ngampel, Keca matan Kapas. Tim banggar DPRD menganggarkan pem bangunan jalan poros desa hampir setengah triliun. (NURCHOLISH/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Pembangunan jalan poros desa dimulai tahun depan. Alokasi anggarannya mencapai Rp 452 miliar. Anggaran itu akan digunakan membangun jalan sepanjang 331 kilometer (km). Kalangan DPRD meminta pemkab mematangkan persiapan.

Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Abdullah Umar mengatakan, persiapan harus dilakukan menyeluruh. Mulai perencanaan dan pelaksanaannya. Semua itu harus ada pendampingan dari dinas pekerjaan umum (DPU) bina marga dan penataan ruang, dan inspektorat. Sehingga, pelak sanaanya berjalan sesuai harapan. ‘’Sehingga, tidak ada celah penyalahgunaan,’’ kata Umar.

Politikus PKB itu menjelaskan, DPRD sejak awal konsen mendorong pemkab membangun jalan poros antardesa sebagai keseimbangan infrastruktur desa dengan kabupaten. Sehingga, akan ikut mengawal program itu sampai tuntas. Mayoritas jalan desa kondisinya tak layak, pemkab tidak bisa membangun jalan itu secara langsung.

Baca juga: Pasien Positif Tembus 660 Orang, Dinkes Siapkan 75 Vaksinator Covid-19

Cara membangunnya secara tidak langsung dengan diberikan bantuan keuangan desa (BKD). ‘’Melalui BKD itulah jalan poros itu akan dibangun oleh pemerintah desa masing-masing,’’ jelasnya.

Umar menuturkan, pembangunan jalan kabupaten hampir selesai. Tahun ini hanya menyisakan 190 km, akan diselesaikan tahun depan, anggarannya sudah disiapkan. Sehingga, akhir 2021 semua jalan kabupaten sudah dalam kondisi bagus. ‘’Kemudian berlanjut membangun jalan poros desa. Targetnya selesai 2023 mendatang,’’ tuturnya.

Pembangunan jalan poros dengan BKD itu, tutur Umar, harus dilakukan secara padat karya. Yakni, dengan sistem swakelola oleh pemdes. Melibatkan masyaraat sekitar. Sebab, pada masa pandemi Covid-19 ini banyak masyarakat kehilangan pekerjaan. ‘’Dengan adanya program itu masyarakat juga akan mendapatkan manfaat ekonomi secara langsung,’’ terangnya.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro Anwar Mukhtadlo menjelaskan, sudah melakukan survei terkait jalan poros desa yang rusak itu. Data masuk ke bappeda hingga kini 1.449 km, tersebar di 27 kecamatan. ‘’Targetnya jalan itu selesai dibangun pada 2023 mendatang,’’ ujarnya.

Tadlo menjelaskan, tahun depan alokasi anggaran disiapkan pembangunan jalan poros desa Rp 452 miliar. ‘’Itu akan dibagi ke 252 desa yang sudah mengajukan proposal,’’ jelasnya. Jalan desa bisa diberikan BKD berukuran lebar 3 meter. Jika kurang tiga meter akan ditangani oleh desa sendiri. Selain itu, lanjutnya, pembangu nan jalan desa itu juga diklasifikasi jalan yang banjir dan tidak. Jalan yang sering kena banjir akan dibangun rigit beton cor. Sedangkan tidak banjir akan diaspal.

(bj/msu/zim/nae/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news