alexametrics
Jumat, 27 Nov 2020
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

74 Desa di Bojonegoro Belum Miliki BUMDes

21 November 2020, 14: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

KREASI DESA: Menteri Desa PDT dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar dan Bupati Anna Mu'awanah meninjau BUMDes di Desa Pejambon, Sumberrejo, September lalu.

KREASI DESA: Menteri Desa PDT dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar dan Bupati Anna Mu'awanah meninjau BUMDes di Desa Pejambon, Sumberrejo, September lalu. (NURCHOLISH/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Belum semua desa miliki badan usaha milik desa (BUMDes). Padahal, BUMDes merupakan salah satu wadah mengungkit ekonomi masyarakat desa. Sehingga, pemerintah desa (pemdes) patut lebih serius memunculkan potensi desa melalui BUMdes.

Meskipun, saat ini rerata BUMDes bergerak sektor wisata dan pertanian. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bojonegoro Machmuddin mengatakan, berdasar data 2019 lalu, masih ada 74 yang belum memiliki BUMDes. Sehingga, dari 419 desa, yang sudah miliki BUMdes ada 345 desa. ‘’Tapi data itu terus bergerak. Untuk rekap data 2020 nanti menjelang akhir tahun,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Menurut dia, sedianya data dari 2018 ke 2019, jumlah desa memiliki BUMDes mengalami penambahan. Yakni dari 285 desa menjadi 345 desa. Tentu, berharap tahun depan seluruh desa sudah miliki BUMDes. ‘’Karena BUMDes ini jadi prioritas. Salah satu stimulus menggerakkan perekonomian di desa,” ujar mantan Camat Ngasem itu.

Menurut Machmudin, adanya 74 desa belum miliki BUMDes dimungkinkan karena kegamangan pada potensi akan diusung. Maksudnya, bidang akan dijalankan BUMdes. Sementara tahun ini dan 2021 mendatang, fokus pemkab mendorong BUMdes bergerak di bidang pertanian dan wisata desa.

Prinsipnya BUMdes bisa fokus bergerak bidang usaha tertentu. ‘’Meskipun potensinya belum searah dengan misi (pertanian dan wisata), kami tetap mendorong mereka pada potensi lainnya. Sesuai yang ada di desa,” ujar mantan kabag humas pemkab itu.

Pihaknya mengaku telah berupaya melakukan penguatan BUMDes. Termasuk memberi suntikan bantuan keuangan bersumber APBD untuk penyertaan modal BUMdes. Tentu, agar jalannya BUMdes bisa lebih maksimal dan produktif. ‘’Penguatan modal itu akan kami berikan pada BUMdes sudah berjalan (ada). Bukan diperuntukkan bagi yang belum. Jadi desa harus merintis BUMdes dulu,” ujar Machmuddin.

Menurut dia, suntikan penguatan modal itu agar mampu menambah unit usaha dalam BUMdes. Termasuk kaitannya merambah di bidang pertanian dan wisata desa. ‘’Nanti tetap akan kami dorong ke arah sana,” tuturnya. Merujuk data dinas PMD, jumlah desa di Bojonegoro ada 419 desa.

Pada 2018, jumlah BUMDes ada 289 dan 2019 ada 345 unit. BUMDes aktif pada 2018 ada 100 dan 2019 ada 196 desa. Kemudian, BUMdes kurang aktif atau rintisan pada 2018 ada 98, sementara 2019 ada 83 desa. BUMdes tidak aktif pada 2018 ada 91 dan 2019 menjadi 66 desa. Terakhir, desa yang belum memiliki BUMdes pada 2018 ada 130 desa. Sementara tahun ini masih ada 74 desa.

(bj/rij/dny/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia