alexametrics
Jumat, 27 Nov 2020
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban

Kembali Meledak, Pasien Baru Covid di Tuban Bertambah 13 Orang

Muncul Klaster PMI dan PDAM

21 November 2020, 11: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Kembali Meledak, Pasien Baru Covid di Tuban Bertambah 13 Orang

(AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

Radar Tuban – Jangankan menjadi zona kuning, bertahan di zona oranye saja Tuban kian berat. Ungkapan itu benar adanya. Tadi malam, Satgas Covid-19 Tuban merilis tambahan 13 pasien baru. Ledakan pasien tersebut memicu akumulasi pasien covid di Bumi Wali mencapai 743 orang.

Untuk kasus sembuh hanya bertambah 3 orang. Selain dari hasil tracing kontak erat pasien covid, juga ditemukan empat klaster baru. Yakni, klaster tahanan Polres Tuban, Palang Merah Indonesia (PMI), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lestari Tuban, dan Pondok Al Uswah Tuban.

Selain kluster baru tersebut, muncul tambahan kasus terkonfirmasi dari pasien yang sebelumnya menjadi suspek. Untuk kontak erat baru yang saat ini masih dalam pantauan sebanyak 61 orang. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban Bambang Priyo Utomo mengatakan, target dalam waktu dekat adalah bertahan di zona oranye. Sebab, untuk menuju zona kuning se makin berat. Apalagi, penambahan pasien baru selama sepekan terakhir sangat tinggi.

‘’Semoga tidak masuk zona merah lagi. Sementara berharap bertahan di oranye dulu,’’ kata dia kepada Jawa Pos Radar Tuban. Bambang menjelaskan, dari klaster tahanan polres, 2 orang dinyatakan positif. Sementara kluster PMI 1 positif, PDAM 1 positif, dan Pondok Al Uswah 1 positif.

‘’Seluruhnya tanpa gejala dan diimbau untuk isolasi di rumah karantina yang disediakan satgas,’’ tegas mantan kepala Puskesmas Tambakboyo itu. Bambang menyampaikan, salah satu pemicu tingginya angka penularan karena sebagian besar orang tanpa gejala menolak isolasi di rumah karantina dan memaksa isolasi mandiri di rumah.

Bahkan, sebagian pasien yang menolak karantina memaki petugas. Ironisnya, selama di rumah, mereka sulit diawasi dan kontak erat terus bertambah. Bambang menjelaskan, dalam klaster tahanan polres, dua tahanan kasus kriminal tersebut tertular dari salah satu keluarganya yang positif covid dan menolak isolasi di rumah karantina. .

Saat ditangkap petugas, mereka menciptakan klaster baru di polres setempat. ‘’Selain 2 tahanan tersebut, kasus positif baru di polres selama sepekan terakhir tercatat 4 orang,’’ ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan koran ini, 4 polisi yang positif covid tersebut adalah anggota satreskrim. Itu berarti total anggota kepolisian yang positif covid 9 orang. Sebelumnya, 4 polisi tertular covid setelah mengikuti pendidikan alih golongan (PAG) di Sekolah Polisi Negara SPN di Mojokerto. Satu polisi lainnya tertular dari keluarganya yang positif.

(bj/ds/yud/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia