alexametrics
Selasa, 24 Nov 2020
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

PKL Bakal Digelontor Bantuan Tenda, Pemberian Harus Tepat Sasaran

Usulkan Sentra PKL di Satu Lokasi

20 November 2020, 18: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

SENTRA PKL: Deretan tenda PKL di Jalan KH. Mansyur. PKL ini relokasi dari sebelumnya berada di Jalan Mastrip.

SENTRA PKL: Deretan tenda PKL di Jalan KH. Mansyur. PKL ini relokasi dari sebelumnya berada di Jalan Mastrip. (NURCHOLISH/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Para pedagang kaki lima (PKL) yang terkena relokasi bakal digelontor tenda. Meski begitu, anggota DPRD setempat meminta sarpras menghabiskan anggaran cukup besar itu bisa dirasakan manfaatnya. Tepat sasaran dan merata.

Selain itu, Komisi B DPRD Bojonegoro juga mulai mengusulkan agar PKL ditempatkan di satu lokasi tertentu. Bukan lagi di jalanan seperti saat ini. Penentuan lokasi bisa dirembug bersama agar PKL juga tak terimbas dan pengendara jalan tak terganggu.

Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Sigit Kushariyanto mengatakan, berharap ke depan para PKL bisa menempati satu titik lokasi tertentu. Bukan lagi di jalanan. Sehingga dinas perdagangan (disdag) patut menggalakkan ramuan rencana tersebut agar terealisasi.

Namun, di dalamnya patut memper hatikan beberapa aspek. Misalnya penentuan lokasi. Tempat cukup luas menampung para PKL, mudah terjangkau masyarakat dan penataannya mengundang ketert arikan. ‘’Jadi harus diramu secara matang,” katanya kemarin (19/10).

Intinya, imbuh Sigit, bisa menyuguhkan kenyamanan dan keamanan bagi semuanya. Baik itu menguntungkan bagi para PKL akan ditempatkan serta masyarakat selaku pembeli. ‘’Terpenting tetap memper hatikan nilai estetika keindahannya,” ujar politikus Golkar itu.

Seperti diketahui sebelumnya, disdag Bojonegoro usai melakukan pengadaan tenda PKL. Pagu anggarannya Rp 1 miliar. Pemenang tendernya yakni CV Garuda Mahameru, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Dengan harga kontrak Rp 748 juta.

Pengadaan tersebut untuk 200 unit tenda PKL. Ukurannya 3x3 meter. Karena belum semua PKL telah direlokasi mendapatkan tenda. Selain itu, tenda dirasa sebagai bentuk persiapan rencana relokasi PKL pada gelombang selanjutnya.

Sigit mengatakan, PKL menjadi bagian sendi perekonomian di masyarakat. Sehingga, mereka patut mendapat perhatian khusus. Apalagi seiring kebijakan relokasi. ‘’Jangan sampai PKL ini tidak kebagian progres pembangunan di Bojonegoro,” ujar dia.

Menurut dia, terkait penataan PKL memang lintas sektoral. Satpol PP berwenang penertiban, sedangkan dinas perdagangan (disdag) mendu kung sarpras. Sehingga ia berharap penataan hingga perkem bangan berkelanjutannya selalu didukung. ‘’Mereka harus mendapat perhatian khusus. Kalau perlu juga permodalan. Tidak hanya sarpras,” ujar pria pernah menja bat ketua DPRD itu.

Menurut Sigit, penataan PKL dan pemberian tenda memang akan melahirkan dampak positif terkait penataan kota. Tertib, rapi, bersih, hingga seragam. Maksudnya seragam jika dilihat dari bentuk luar lapak para PKL yang menggunakan tenda sama. ‘’Dilihat masyarakat luas kan bagus,” ujar dia.

(bj/rij/dny/cho/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia