alexametrics
Selasa, 24 Nov 2020
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Teror Tawon Ndas, 122 Sarang Dimusnahkan Tim Damkar

Sengatan Bisa Memicu Kematian

20 November 2020, 16: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Teror Tawon Ndas, 122 Sarang Dimusnahkan Tim Damkar

(AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Jalannya pelan dan tak menimbulkan suara. Serba hati-hati agar tawon ndas itu tak terganggu tidur nyenyaknya. Memakai alat pelindung lengkap, anggota Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro ini harus menuntaskan evakuasi terhadap sarang tawon ndas, Rabu malam (18/11) itu.

Tim penyelamatan damkar dari Pos Kota dan Pos Baureno malam itu mengevakuasi dua lokasi sarang tawon ndas. Yakni, di Desa Wadang, Kecamatan Ngasem dan Desa Brangkal, Kecamatan Kepohbaru.

Tiap tim terdiri atas tiga personel. Mereka mengenakan alat pelindung diri dari kepala hingga kaki. Mereka gunakan alat berupa tangga besi untuk menaiki pohon dan selang besi sepanjang tiga meter bisa menyemburkan api untuk membunuh tawon.

Proses evakuasi tak butuh lama, sekitar satu jam. Sejauh ini, populasi tawon ndas di dekat permukiman memang semakin merajalela.

Teror tawon ndas ini harus diwaspadai. Tim penyelamatan Dinas Damkar Bojonegoro setidaknya minimal menerima dua laporan per hari untuk mengevakuasi sarang tawon ndas.

Sejak Januari hingga Oktober total sarang tawon ndas dievakuasi sebanyak 122 titik. Kabid Penyelamatan Dinas Damkar Bojonegoro Teguh Aris mengatakan, sarang hewan bernama latin vespa affinis itu tersebar di berbagai kecamatan se-Bojonegoro.

Selama November ini telah mengevakuasi 19 sarang tawon ndas. Metode digunakan meng evakuasi sarang tawon ndas yakni dengan cara pengasapan, juga memasukkan ke dalam karung. Tergantung sarang tawon ndas itu berada di tempat mudah dijangkau atau tidak.

Apabila mudah dijangkau, metode digunakan memasukkan ke dalam karung. Kemudian sarang dibawa ke kantor dinas damkar, lalu dimasukkan ke dalam air. “Usai dimasukkan air, sarang tawonnya bisa dijadikan pakan untuk ayam,” tutur Teguh.

Namun, ketika posisi sarang tawon ndas berada di tempat tinggi, metode paling efektif yakni pengasapan. Meski metode pengasapan dinilai aman, para petugas tetap menggunakan alat pelindung diri (APD).

Selain itu, proses evakuasi wajib dilakukan ketika malam guna mengurangi risiko tawon ndas menyerang petugas. Sebaliknya, ketika siang, tawon memiliki sengatan mematikan itu agresif dan tidak berada di dalam sarang. “Kalau malam, kawanan tawon ndas itu pasif dan tidak agresif. Jadi lebih mudah proses evakuasinya,” jelas Teguh.

Menurutnya, sejauh ini masyarakat Bojonegoro sudah memahami akan bahayanya tawon ndas. Sehingga, ketika mengetahui ada sarang tawon ndas bergegas melaporkan ke petugas damkar. Sejauh ini memang belum pernah ada korban jiwa maupun korban luka-luka akibat sengatan tawon ndas.

“Jangan sekali-kali mengusik sarang tawon ndas, karena bisa mengakibatkan kematian ketika disengat kawanan tawon ndas,” imbaunya. Perlu diketahui, berdasar artikel dibuat Lembaga Ilmu Penge tahuan Indonesia, meningkatnya populasi tawon ndas di permukiman tentu akibat hilangnya habitat asli.

Adapun peran tawon ndas sebagai pengendali hama hayati. Peran tersebut terkait sifat mereka sebagai pemangsa ulat atau larva serangga lain. Sering kali merupakan hama bagi banyak tanaman pertanian atau perkebunan.

Tawon juga sering mengunjungi bunga mendapatkan nektar sebagai sumber energi mereka. Perilaku tersebut membuat mereka juga memiliki peran dalam proses penyerbukan bunga atau pollinator.

Bukan hanya tawon ndas yang mengintai. Namun juga ular berbisa seperti ular kobra juga kerap masuk permukiman. Data sejak Januari hingga Oktober sebanyak 103 ekor ular kobra telah dievakuasi tim penyelamatan dinas damkar.

(bj/rij/gas/ai/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia