alexametrics
Sabtu, 28 Nov 2020
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Hanya Tersisa 13 SPBU yang Bertahan Sediakan Premium

20 November 2020, 14: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

TIDAK MENJUAL PREMIUM LAGI: SPBU di Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan Lamongan menyediakan BBM selain premium.

TIDAK MENJUAL PREMIUM LAGI: SPBU di Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan Lamongan menyediakan BBM selain premium. (ANJAR DWI P/RDR.LMG)

Share this      

Radar Lamongan – Bahan bakar minyak (BBM) jenis premium semakin ‘’menghilang’’ di pasaran. Stasiun bahan bakar umum (SPBU) saat ini semakin sedikit yang menyediakan BBM dengan research octant number (RON) 88 tersebut.

‘’Dari SPBU sendiri yang menghendaki mengambil premium atau tidak,’’ klaim Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan M Zamroni kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (19/11).

Di Lamongan terdata 29 SPBU. Dari jumlah itu, hanya 13 SPBU yang masih menjual premium. Selebihnya, tidak lagi menjual premium.

‘’Sebenarnya kemarin ada 14 SPBU yang berjualan, tapi terus berkurang lagi menjadi 13 SPBU. Terakhir SPBU Tikung menjual premium, tapi sekarang sudah disetop,’’ klaim Zamroni.

Premium menjadi BBM dengan harga paling murah. ‘’Kami memantau permintaan terhadap premium terus menurun,’’ tutur pria yang pernah menjabat kabag Humas dan Protokoler Pemkab Lamongan dan camat Glagah tersebut.

Seperti diberitakan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Pertamina berencana menghapus premium tahun depan. Zamroni mengaku sudah mendapatkan informasi terkait hal tersebut. ‘’Iya sudah dengar terkait itu,’’ ujarnya.

Versi Zamroni, Pertamina memberikan harga Pertalite seharga premium kepada pengguna motor dan mobil pelat kuning. ‘’Dijalankan selama dua bulan ini. Ya kalau kita lihat ya memang bagus,’’ klaimnya.

Menurut dia, Pertamina membatasi jenis kendaraan yang mendapatkan Pertalite seharga premium. ‘’Tapi belum menyentuh masyarakat secara keseluruhan. Seharusnya pelat-pelat hitam juga diperbolehkan. Karena sekarang masyarakat rata-rata kan memiliki kendaraan,’’ kata Zamroni.

(bj/yan/ind/jar/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia