alexametrics
Rabu, 02 Dec 2020
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan
Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Lamongan

Meneladani KH Ahmad Dahlan untuk Mengembangkan Islam Berkemajuan

Refleksi Milad Muhammadiyah Ke-108 Tahun

20 November 2020, 06: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

KOMBINASI KEARIFAN LOKAL : Unsurunsur dalam batik Pemuda Muhammadiyah Lamongan berpadu dengan kearifan lokal setempat dan diberi sentuhan warna yang menyegarkan.

KOMBINASI KEARIFAN LOKAL : Unsurunsur dalam batik Pemuda Muhammadiyah Lamongan berpadu dengan kearifan lokal setempat dan diberi sentuhan warna yang menyegarkan.

Share this      

Radar Lamongan - Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Lamongan untuk menyemarakkan Milad Muhammadiyah ke-108 tahun. Bahkan, dalam milad kali ini, PDPM Lamongan mempersembahkan karya terbaik kader-kadernya bagi persyarikatan. 

Dalam acara Refleksi Milad Muhammadiyah Ke-108 Tahun yang digelar di Gedung Dakwah PD Muhammadiyah Lamongan Rabu (18/11), juga disemarakkan dengan penyerahan hadiah dan launching Batik Pemuda Muhammadiyah, serta launching aplikasi Sikodu Koperasi Melati Perkasa. Meskipun jumlah hadirin dibatasi, acara yang juga dihadiri Ketua PD Muhammadiyah Lamongan Drs H Sodikin, M.Pd berlangsung gayeng dan penuh kebahagiaan.

Ketua PDPM Lamongan M. Anang Nafi’uzzaki menuturkan, rangkaian kegiatan milad telah dimulai sejak 2 Oktober lalu. Pemilihan jenis kegiatan seperti lomba desain batik bertujuan untuk menunjukkan identitas Pemuda Muhammadiyah melalui batik khas Kota Soto ini.

GAYENG: Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Lamongan M Anang Nafiuzzaki, mengajak kader muda Muhammadiyah untuk merefleksikan kembali spirit KH Ahmad Dahlan untuk mengembangkan Islam berkemajuan.

GAYENG: Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Lamongan M Anang Nafiuzzaki, mengajak kader muda Muhammadiyah untuk merefleksikan kembali spirit KH Ahmad Dahlan untuk mengembangkan Islam berkemajuan.

‘’Kebetulan batik Pemuda Muhammadiyah belum tersentral di pusat. Batik yang sudah ada khas daerah masing-masing, kebanyakan dari Jawa Tengah. Padahal di Lamongan juga ada sentra batik seperti di Parengan dan Sendangagung,’’ tuturnya.

Penjurian desain batik dilaksanakan 28 Oktober. Dari 36 desain batik yang dinilai panitia, lomba tersebut dimenangi Aris Fachrul Rizal, 38, perwakilan PCPM Sukodadi. Di hadapan hadirin, Aris menjelaskan desain batik karyanya terdiri atas empat unsur. Yakni, ornamen kaligrafi Islam jenis khat kufii murabba, motif batik tradisional, serta logo Pemuda Muhammadiyah dan Kabupaten Lamongan. Warna hijau tua, hijau muda, merah, dan putih dipadukan agar tampak segar dipandang.

‘’Teknik pengerjaannya membuat konsep desain di media kertas memakai pensil. Lalu menggambar per bagian konsep dengan unsur-unsur yang saya sebutkan tadi. Dilanjut menggunakan media digital komputer untuk mempertegas warna agar lebih visible,’’ jelasnya.

Generasi Muda dan Masa Depan Muhammadiyah dipilih sebagai tema refleksi milad kali ini. Zaki, sapaan akrab M Anang Nafi’uzzaki, mengajak kader-kader muda untuk meneladani spirit KH Ahmad Dahlan saat merintis dan mendirikan Muhammadiyah. 

‘’Spirit itu yang harus kita bangun kembali. Sehingga teman-teman ini punya gambaran ruh atau penjiwaan seperti yang dialami oleh KH. Ahmad Dahlan dulu untuk mengembangkan Islam berkemajuan,’’ harapnya.

Ketua PD Muhammadiyah Lamongan Drs H Sodikin, M.Pd, sangat mengapresiasi karya-karya Pemuda Muhammadiyah yang di-lauching. Hal itu senada dengan slogan fastabiqul khoirot yang selalu didengungkan oleh ortom berlambang tunas melati ini.

‘’Stok kader kita banyak sekali. Sudah waktunya kita mengkapitalisasi sumber daya. Ini saatnya menciptakan potensi dan mengkapitalisasi. Sesuai istilah yang sudah sering kita dengar, yang muda yang berkarya,’’ serunya.

SIKODU, Terobosan Koperasi Melati Perkasa

Salah satu pilar yang diusung PDPM Lamongan adalah kemandirian ekonomi melalui Koperasi Melati Perkasa. Meskipun baru seumur jagung, koperasi ini menciptkan trobosan berupa aplikasi SIKODU (Sistem Koperasi Terpadu) yang bermanfaat untuk para anggota.

Ketua Koperasi Melati Perkasa, Habib Nasrudin memaparkan, seluruh anggota koperasi bisa memantau seberapa besar kekayaan yang dimiliki oleh koperasi. Bahkan, sisa hasil usaha (SHU) akan langsung muncul di aplikasi SIKODU tanpa harus menghitung satu per satu.

‘’Ketika waktunya tutup buku koperasi, sudah bisa langsung dibagikan karena nominalnya sudah muncul. Kemudian transaksi berupa barang dan jasa juga tersedia di aplikasi yang bisa diakses secara online maupun offline,’’ paparnya.

Ketua PDPM Lamongan, M. Anang Nafi’uzzaki, menambahkan, Koperasi Melati Perkasa sangat membantu ortom untuk bersama-sama menyejahterakan para anggotanya.

‘’Tujuannya jelas dari anggota, untuk anggota, oleh anggota. Transaksi di dalam koperasi nanti akan kembali ke anggota. Sehingga bisa menyejahterakan dan kita maju bareng-bareng,’’ imbuhnya.

(bj/din/nae/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia