alexametrics
Jumat, 27 Nov 2020
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Studi Kelayakan Flyover Bojonegoro Dilakukan Tahun Depan

Bundaran Jetak ke Selatan Melintas Rel

19 November 2020, 17: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

JALUR PADAT: Keramaian Bundaran Jetak dilewati kendaraan besar. Tahun depan masih tahap studi kelayakan.

JALUR PADAT: Keramaian Bundaran Jetak dilewati kendaraan besar. Tahun depan masih tahap studi kelayakan. (NURCHOLISH/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Tahapan pembangunan flyover (jalan layang) di Bundaran Jetak bakal dimulai tahun depan. Rencananya, akan dilakukan fasibility study atau studi kelayakan terlebih dulu. Setelah itu dilanjutkan perencanaan serta pembangunan fisiknya.

Flyover itu rencananya berlokasi di Bundaran Jetak hingga Jalan HOS Cokroaminoto. Melintas rel kereta api. ‘’Kalau pembangunan fisiknya masih belum bisa dilaksanakan tahun depan. Tahun depan hanya studi kelayakan,’’ kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro Anwar Mukhtadlo kemarin (18/11).

Tahap pertama pembangunan flyover adalah studi kelayakan. Dari hasil studi kelayakan itu baru ditentukan titik dibangunnya flyover. Rencananya, titik dibangunnya flyover adalah di Bundaran Jetak ke selatan melintasi rel kereta api Jalan HOS Cokroaminoto.

Tadlo menjabarkan, dibangunnya flyover mengurangi pengembangan kawasan kota. Pemkab mengarahkan pengembangan kawasan kota ke selatan. Yakni, Kecamatan Dander.

Selain itu, mengurai kemacetan di lokasi tersebut. Sebab, Bundaran Jetak kerap terjadi kemacetan di jam-jam tertentu. Apalagi kendaraan bermuatan berat kerap melintas di jalur nasional tersebut. Sebab, lokasi itu terhubung dengan jalan nasional dan jalan provinsi.

Pembangunan flyover juga mengimbangi pembangunan jalan provinsi. Saat ini jalan provinsi sudah dilebarkan. Sehingga, dibangunya flyover aksesnya semakin mudah. Menurut Tadlo, tahapan pembangunan flyover masih sangat panjang. Setelah studi kelayakan selesai, dilanjutkan pengurusan dokumen upaya pengelolaan lingkungan hidup (UKL) dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UPL).

‘’Sehingga, pembangunanya belum bisa dilaksanakan tahun depan,’’ jelasnya. Rencana pembangunan flyover sebenarnya sudah disinggung sejak lama. Namun, belum pernah ada tindak lanjut. ‘’Ini sudah masuk tahapan. Realisasinya ada di dinas PU bina marga,’’ ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Tata Ruang Retno Wulandari membenarkan hal itu. Menurutnya, tahapan pembangunan flyover itu tahun depan baru studi kelayakan. Setelah itu baru perencanaan. Sehingga, saat ini belum diketahui titik dibangunnya flyover. ‘’Setelah FS baru bisa diketahui,’’ jawabnya singkat.

Anggota Komisi D DPRD Bojonegoro Ahmad Suyono berharap rencana pembangunan itu bisa segera direalisasikan. Sehingga, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Terutama pengembangan kawasan industri. ‘’Ini nantinya juga mendukung raperda kawasan industri yang saat ini tengah kami rancang,’’ ujar politikus Nasdem tersebut.

(bj/rij/zim/cho/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia