alexametrics
Sabtu, 28 Nov 2020
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

DPKCK Tak Mampu Tuntaskan Pembangunan Trotoar Tahun Ini

18 November 2020, 14: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

BELUM TUNTAS: Pembangunan Trotoar di Jalan Gajah Mada bakal tidak tuntas tahun ini, kepastian itu sesuai hasil sidak DPKCK Bojonegoro kemarin (17/11).

BELUM TUNTAS: Pembangunan Trotoar di Jalan Gajah Mada bakal tidak tuntas tahun ini, kepastian itu sesuai hasil sidak DPKCK Bojonegoro kemarin (17/11). (NURCHOLISH/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Pembangunan trotoar di Jalan Gajah Mada dipastikan tak tuntas hingga tutup tahun ini. Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Cipta Karya (DPKCK) Bojonegoro fokus menuntaskan sebelah timur. Tepatnya hingga simpang tiga Jalan Monginsidi.

Sedangkan sebelah baratnya akan fokus pemasangan u-dith dan penanaman pohon. Sisa pembangunan itu akan dilanjutkan tahun depan, dengan anggaran sekitar Rp 1 miliar. Tak tuntasnya pembangunan proyek warisan 2019 itu, karena kelanjutan pembangunannya baru dimulai di P-APBD tahun ini.

‘’Itu (lanjutan trotoar) kan meneruskan yang tahun lalu. Tapi baru dianggarkan di P-APBD ini. Jadi, hanya selesai 50 persen,’’ ujar Kepala DPKCK Bojonegoro Adie Witjaksono saat inspeksi mendadak (sidak) proyek trotoar kemarin (17/11). Adie menjelaskan, target pembangunan tahun ini sampai pemasangan u-dith, tahun depan dilanjutkan pemasangan keramik.

Namun, untuk pohonnya akan ditanam tahun ini. ‘’Kalau pohonnya sudah ada,’’ jelas mantan kepala dinas perhubungan (dishub) itu. Dia menambahkan, pembanguan lanjutan tahun depan akan dimulai lebih awal dibanding proyek lainnya, sekitar JanuariFebruari mendatang. Sebab, sudah direncanakan, tinggal pelaksanaan di lapangan.

‘’Anggaran juga sudah kami siapkan sekitar Rp 1,1 miliar,’’ jelasnya. Pembangunan trotoar Jalan Gajah Mada, kata dia, sudah dilaksanakan sejak 2019 lalu. Namun, pembangunannya tidak selesai, rekanan tidak bisa menyelesaikannya. Sehingga, DPKCK memasukkannya dalam daftar hitam (black list).

Konsekuensinya dilarang ikut proyek pemerintah. Adie mengklaim pembanguanan trotoar di lima titik jalan protokol saat ini progresnya sudah sekitar 70 hingga 80 persen. Ditargetkan akhir bulan ini selesai. Desember mendatang tinggal mengurus berkas administrasi pencairan. Sesuai hasil sidak kemarin, ditemui sejumlah kekurangan.

Di antaranya, pipa PDAM tidak terpendam, dibiarkan di luar dan tidak tertata, rekanan diminta menata dan memasukkan pipa itu di tanam ke dalam trotoar. Sehingga, tidak kelihatan semrawut di luar. Sidak berlangsung di tiga titik. Yakni, Jalan Untung Sropati, Jalan Gajah Mada, dan Jalan Panglima Sudirman.

Sedangkan pembangunan trotoar di Jalan Kartini dan Jalan Diponegoro tak disidak. Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Abdullah Umar mengatakan, proyek trotoar dinilai sudah bagus. Progresnya rata-rata sekitar 80 persen, diperkirakan selesai tepat waktu. ‘’Saya yakin semua proyek trotoar tahun ini selesai tepat waktu,’ katanya terpisah.

Menurut politikus PKB itu, proyek trotoar sudah cukup bagus. Berfungsi sebagaimana mestinya. Itu terlihat saat ada hujan, genangan di sejumlah jalan protokol itu langsung surut. Kurang dari 30 menit sudah kembali normal. ‘’Tidak hanya berfungsi dengan baik, trotoar juga jadi lebih bagus. Lebih tertata. Sehingga, penataan kota jadi lebih bagus,’’ ujar pria asli Baureno.

(bj/msu/zim/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia