alexametrics
Jumat, 27 Nov 2020
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Bupati Lamongan Resmikan Gedung H.M Sudjak RS Muhammadiyah Lamongan

18 November 2020, 06: 40: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Layanan kateterisasi dan intervensi Jantung.

Layanan kateterisasi dan intervensi Jantung.

Share this      

Radar Lamongan - Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan selalu berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dengan tetap mengedepankan keamanan dan keselamatan pasien. Salah satunya wujudnya, memisahkan gedung perawatan pasien infeksius dan noninfeksius.

Bersamaan dengan Milad Muhammadiyah ke-108, Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan meresmikan gedung H.M. Sudjak yang diperuntukkan pasien noninfeksius. Gedung ini terdiri atas 5 lantai. Klinik Rehabilitasi Medik dan Layanan Geriatri berada di lantai 1. Klinik Rehab Medik merupakan salah satu layanan unggulan RS Muhammadiyah Lamongan dengan konsep layanan terpadu.

Pelayanan Rehabilitasi Medik dilakukan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik dan didukung tenaga fisioterapis dan terapi wicara yang berpengalaman dengan peralatan modern dan memadai. Sementara lantai 2, 3, 4, dan lantai 5 untuk ruang perawatan. Ruangan ini didesain khusus untuk menciptakan suasana nyaman bagi pasien yang menjalani perawatan.

Layanan Kemoterapi dilengkapi dengan alat Biological Safety Cabinet (BSC), digunakan untuk penyiapan obat kemoterapi.

Layanan Kemoterapi dilengkapi dengan alat Biological Safety Cabinet (BSC), digunakan untuk penyiapan obat kemoterapi.

Seluruh ruang perawatan juga dilengkapi air conditioning (AC) dan Nurse Call. Perawat ruangan dan pasien bisa berkomunikasi dua arah. Pasien yang membutuhkan bantuan perawat dapat melakukan komunikasi langsung dengan perawat. Lantai 2, selain untuk ruang perawatan, juga digunakan untuk layanan kemoterapi.

Layanan kemoterapi ditangani dokter yang ahli di bidangnya dan didukung oleh tim kemoterapi yang kompeten. Lobi Gedung Sudjak juga akan disediakan minimarket untuk memudahkan keluarga pasien mencari kebutuhan pokok. Sementara lantai paling atas (rooftop) didesain untuk dimanfaatkan pembudidayaan tanaman hijau agar nampak asri dan sebagai sarana healing. Itu semua bentuk peningkatan mutu layanan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang dilakukan Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan.

Hadirkan Layanan Kateterisasi dan Intervensi Jantung

Penyakit Kardiovaskular masih menjadi penyakit dengan masalah utama di dunia. Dari seluruh penyakit kardiovaskular, Penyakit Jantung Koroner (PJK) masih menjadi penyebab kecacatan dan kematian terbanyak. Meski pengobatan dan tata kelola PJK banyak mengalami kemajuan, terutama di negara maju, angka kematian masih menunjukkan peningkatan. Terutama di negara berkembang setiap tahunnya, tidak terkecuali Indonesia.

Menurut data Riskesdas, kurang lebih 30 persen penduduk Indonesia mengalami PJK. Kejadian PJK di Lamongan juga menunjukkan angka peningkatan setiap tahunnya. Sering kejadian PJK bermanifestasi dari tanpa gejala sampai dengan gejala yang paling berat. Bahkan, tidak jarang pasien sudah mengalami kematian mendadak sebelum dibawa ke rumah sakit. Pergeseran gaya hidup dan pola makan menjadi tantangan tersendiri untuk saat ini.

Sebab, PJK banyak dijumpai pada usia muda. Sebagai upaya untuk mengoptimalkan pelayanan pasien PJK secara paripurna, maka Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) secara resmi membuka layanan kateterisasi dan intervensi jantung serta pembuluh darah. Selain pemeriksaan diagnostik layanan keteterisasi di RSML juga fokus kepada intervensi. Utamanya pada pasien dengan PJK akut. Antara lain, infark miokard akut dengan stelevasi (STEMI) maupun non stelevasi (NSTEMI), ataupun pasien dengan nyeri dada ataupun dengan gagal jantung akibat penyakit jantung iskemia ataupun penyumbatan pembuluh darah lainnya.

Menurut dr H Hari Yudha A, Sp. JP (K), FIHA (Penanggung Jawab Cathlab RSML), prinsip pengelolaan pasien stemi adalah bagaimana kita segera membuka aliran darah yang tersumbat untuk mengalirkan aliran darah ke koroner yang mengalami sumbatan. Dengan harapan, membatasi kerusakan otot jantung yang terjadi akibat sumbatan tersebut. Sehingga, segera memberikan aliran pada otot jantung yang mengalami gangguan aliran darah. Serta, diharapkan dengan adanya aliran ini tidak terjadi keadaan gagal jantung.

Tentunya penanganan ini harus melihat dari segala sisi medis yang menyertai pasien. Tujuan mengalirkan darah itulah merupakan peran kateterisasi dan intervensi di bidang jantung dan pembuluh darah yang saat ini sudah ada di RSML. Target terapi adalah segera membuka pembuluh darah dalam waktu 60 - 90 menit sejak pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat.

Waktu itu target yang diberikan agar otot jantung dapat berfungsi seperti sedia kala. Jika mengalami keterlambatan, maka masih dapat mengupayakan seoptimal mungkin kerusakan otot jantung yang ada. Hal ini akan mempermudah masyarakat, utamanya di sekitar Lamongan, untuk mendapatkan layanan jantung paripurna yang lebih baik. Karena akan memangkas waktu penanganan jantung yang lebih cepat.

Kendala di lapangan yang mungkin dihadapi antara lain tidak semua pasien mengetahui apa itu serangan jantung, bagaimana keluhannya, gejalanya, apalagi yang terkait jantung koroner. Kerja Sama dari tenaga kesehatan, puskesmas, klinik, maupun rumah sakit mutlak diperlukan untuk selalu memberikan pengertian kepada pasien bahwa penyumbatan jantung koroner terutama yang stemi maupun non stemi dapat diselamatkan ototnya dengan cara membuka pembuluh darah yang tersumbat.

Transportasi dan tempat tinggal masyarakat Lamongan menjadi tantangan berikutnya. Jarak antarkecamatan maupun desa yang cukup jauh, terutama pasien daerah utara atau selatan karena jarak tempuh untuk mencapai ke RSML mencapai waktu 60-90 menit. Jika pasien dirujuk ke RS kota besar lain seperti Surabaya, Sidoarjo ataupun Gresik akan memerlukan waktu lebih panjang lagi. Sehingga penanganan yang diberikan kurang optimal.

Kerja Sama Nakes dan Layanan Kesehatan

Dengan dibukanya layanan kateterisasi dan intervensi jantung, RSML ingin mewujudkan sistem jejaring kardiovaskuler dengan tenaga kesehatan dan layanan kesehatan di area Lamongan, Tuban, Bojonegoro, dan Gresik untuk mengantisipasi sistem delay. Dengan adanya networking, diharapkan penanganan pasien tidak terlambat. Jika pasien datang terlambat, tetapi masih kurang dari 12 jam, nyeri masih ada, masih sesak, atau apabila lebih dari 12 jam ada komplikasi serangan jantung pada pasien, masih bisa dilakukan pembukaan koroner itu dengan pemasangan ring pada layanan intervensi jantung di RSML.

Dengan didukung tenaga medis yang tersertifikasi dan perawat yang terlatih, kehadiran layanan keteterisasi dan intervensi jantung dan pembuluh darah di RSML diharapkan dapat mengurangi resiko pasien kembali dengan keluhan yang sama sekaligus resiko kematian. Layanan intervensi ini tidak hanya terbatas pada PJK. Juga penanganan penyakit lain seperti iskemik tungkai akut -kronis, penyakit jantung rematik, penyakit jantung bawaan dan gangguan pembuluh darah lainnya seperti penyakit stroke, ataupun penyakit lainnya dapat dilakukan pengelolaan di layanan kateterisasi dan intervensi ini. RSML selalu berupaya untuk dapat memberikan layanan yang terbaik untuk pasien utamanya di Lamongan dan sekitarnya.

(bj/*/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia