alexametrics
Jumat, 27 Nov 2020
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

KPUP Masih Rekapitulasi Manual, Aplikasi Sirekap Belum Jadi Acuan

17 November 2020, 16: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

KPUP Masih Rekapitulasi Manual, Aplikasi Sirekap Belum Jadi Acuan

(AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

Radar Lamongan – Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) digunakan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Lamongan untuk proses rekapitulasi penghitungan suara pilkada 9 Desember mendatang. Namin, aplikasi rekapitulasi tersebut belum dijadikan sebagai patokan.

‘’Dalam aturannya masih menggunakan rekap berjenjang secara manual. Artinya Sirekap ini hanya mengawal hasil, bukan menjadi acuan utama tentang hasil,’’ tutur Ketua Komisioner KPUK Lamongan Mahrus Ali kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (16/11).

Menurut dia, KPU RI mulai menyiapkan teknologi penghitungan suara yang nantinya bisa diaplikasikan saat pemilihan Presiden RI pada 2024. Penerapan Sirekap dalam rekapitulasi hasil di pilkada nanti menjadi evaluasi, kekurangan apa saja yang perlu diperbaiki.

’Memang berdampingan dengan eranya. Jangan sampai pola demokrasi ini dalam tatanan teori dan pelaksanaannya dari penyelenggaraan tidak mengikuti teknologi,’’ ujar Mahrus.

Dia mengatakan, simulasi aplikasi rekapitulasi hasil pemungutan suara tersebut dilakukan ketika server KPU RI dibuka. Sebelumnya, dilakukan beberapa kali simulasi nasional.

‘’Kemarin simulasi dilakukan di kantor, Kediri, Sumenep, dan dalam waktu dekat akan dilakukan simulasi lagi,’’ tutur Mahrus saat dikonfirmasi via ponsel. Menurut dia, masih ada kendala dalam pengaplikasian Sirekap. Salah satunya, pemahaman membaca pengaplikasian pada beberapa item di dalam Sirekap. ‘’Tapi hal-hal seperti itu akan menjadi evaluasi kita,’’ katanya.

Mahrus menuturkan, Sirekap masih seperti aplikasi yang terdapat di playstore smartphone Android. Aplikasi itu membutuhkan sejumlah upgrade (pembaruan), agar lebih memudahkan saat diaplikasikan. ‘’Jadi pembacaan yang kurang di dalam aplikasi masih diperbaiki terus,’’ ujar Mahrus.

Menurut dia, sudah dilakukan bimbingan teknis (bimtek) pemungutan dan penghitungan suara di pilkada nanti kepada jajaran bawah. Namun, bimtek hanya berupa pengenalan form Sirekap. ‘’Jadi kita sudah melakukan pengenalan, sambil menunggu regulasi PKPU pungut hitung nanti seperti apa,’’ ujar Mahrus.

(bj/yan/ind/ai/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia