alexametrics
Jumat, 27 Nov 2020
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Jembatan Ngasem-Bubulan Sepuluh Bulan Belum Tersentuh Perbaikan

17 November 2020, 11: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

JEMBATAN MEMBAHAYAKAN: Jembatan menghubungkan Kecamatan Ngasem-Bubulan ambrol sejak Februari lalu, hingga kemarin (16/11) kondisinya masih membahayakan. Tahun ini sempat dilelang namun gagal, rencananya perbaikan tahun depan.

JEMBATAN MEMBAHAYAKAN: Jembatan menghubungkan Kecamatan Ngasem-Bubulan ambrol sejak Februari lalu, hingga kemarin (16/11) kondisinya masih membahayakan. Tahun ini sempat dilelang namun gagal, rencananya perbaikan tahun depan. (IRVAN ROMADHON/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Jembatan menghubungkan Kecamatan Bubulan dan Ngasem tepatanya di Desa Setren, Kecamatan Ngasem tak kunjung diperbaiki. Padahal, kerusakan jembatan itu sejak Februari lalu, sehingga sudah berlangsung sekitar 10. Jembatan di tengah hutan itu masih ramai dilalui warga, meski salah satu sisinya ambles.

Tak hanya motor, mobil dan truk pun melintasi jembatan kondisinya miring itu. Namun, agar tak terperosok, pengendara harus mengurangi kecepatannya. Putri Ayu, warga Kecamatan Temayang mengatakan, sejak rusak Februari lalu jembatan belum diperbaiki. Hanya diuruk pada sisi barat agar bisa dilalui. Dan tidak terdapat genangan air akibat hujan.

“Hampir setiap hari melewati jembatan,” katanya ketika ditemui di lokasi. Ayu mengaku khawatir ketika melewati jembatan, terlebih musim hujan. Karena jembatan licin. Dan khawatir ambles karena terus tergerus air. Berharap segera diperbaiki.

“Sempat ada yang tergelincir karena licin, setelah kejadian itu lumpur di jembatan dikeruk,” terang perempuan bekerja di Kecamatan Ngraho itu. Jembatan di Dusun Karanganyar itu terlihat ramai dulintasi kendaraan roda dua dan empat. Intensitas pengendara melintas cukup padat.

Mulai warga sekitar ingin pergi ke sawah, hingga warga berangkat berkerja ke luar desa. Bahkan beberapa mobil melintas dengan sangat hati-hati. Juga truk pengangkut material bangunan. Camat Ngasem Waji ketika dikonfirmasi terkait jembatan tersebut enggan berkomentar.

Mantan Camat Trucuk itu mengarah kan konfirmasi ke Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (DPU BMPR) Kabupaten Bojonegoro. Kabid Jembatan DPU BMPR Bojonegoro Wardi dikonfirmasi terpisah memastikan proses pembangunan jembatan itu membutuhkan proses panjang, tahun ini sempat dilelang, namun gagal.

Sehingga, akan dilelang lagi tahun depan. Sebab, di penghujung tahun ini jika dipaksakan tidak akan maksimal. Karena menyisakan waktu kurang dari dua bulan. ‘’Sabar, tahun depan diperbaiki,’’ katanya terpisah. (irv)

(bj/msu/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia