alexametrics
Sabtu, 28 Nov 2020
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tuban

Sukses Tumbuhkan Budaya Literasi dan Pengelolaan Kearsipan di Tuban

17 November 2020, 06: 40: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

MEMBANGGAKAN: Wabup Tuban Ir. Noor Nahar Hussein, M.Si. menerima penghargaan sebagai pemerintah daerah kategori BAIK berdasarkan hasil pengawasan kearsipan tahun 2018.

MEMBANGGAKAN: Wabup Tuban Ir. Noor Nahar Hussein, M.Si. menerima penghargaan sebagai pemerintah daerah kategori BAIK berdasarkan hasil pengawasan kearsipan tahun 2018.

Share this      

Kinerja membanggakan berhasil ditorehkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tuban. Sejak resmi menjadi organisasi perangkat daerah (OPD) pada 2017, dispersip mampu menjawab sejumlah tantangan dalam mengembangkan literasi dan pengelolaan kearsipan di Kabupaten Tuban hingga meraih berbagai prestasi yang membanggakan.

Perlahan namun pasti, dalam beberapa tahun terakhir ini budaya literasi di Kabupaten Tuban mulai tumbuh subur. Begitu juga dengan pengelolaan kearsipan di Pemkab Tuban, mulai tertata rapi. Semua itu tak lepas dari peran serta dan kinerja dispersip dalam empat tahun terakhir. Inovasi dalam menumbuhkan budaya literasi dan pengelolaan kearsipan terus dikembangkan.

Di antara kinerja membanggakan dalam menum­buhkan literasi yang berhasil direalisasikan dispersip adalah membangun sejumlah perpus­takaan umum di wilayah kecamatan. Sampai saat ini sudah terdapat 11 perpustakaan di 11 kecamatan dan 1 perpusda yang sudah terbangun. Sebelas keca­matan itu, Jatirogo, Kenduruan, Rengel, Kerek, Jenu, Tambakboyo, Palang, Widang, Senori, Singgahan, dan Semanding.

KOMPAK: Keluarga besar Dispersip Tuban mengucapkan selamat dan sukses Hari Jadi ke-727 Kabupaten Tuban.

KOMPAK: Keluarga besar Dispersip Tuban mengucapkan selamat dan sukses Hari Jadi ke-727 Kabupaten Tuban.

Berbagai inovasi dalam menumbuhkan budaya baca dan tulis juga berhasil diciptakan. Antara lain, inovasi Kakak Peduli yang merupakan pro­gram untuk mempermudah pelayanan perpus­takaan di sejumlah sekolah, yang awalnya kon­vensional menjadi otomasi.

Kepala Dispersip Tuban Joko Prijono meng­ungkapkan, inovasi Kakak Peduli tersebut bermula dari kepedulian dispersip atas kondisi riil perpustakaan yang ada di sekolah. Rata-rata kondisinya cukup memprihatinkan, karena dikelola dengan personel atau pegawai non-PNS yang terbatas. Belum lagi personel yang mengelola per­pustakaan tersebut  merangkap sebagai guru kelas, sehingga pengelolaan perpustakaan menjadi tidak maksimal. Melalui program Kakak Peduli, dispersip mengajak kepada setiap petugas penge­lola perpustakaan untuk mengembangkan per­pustakaan dari konvensional menjadi otomasi.

Gayung pun bersambut. Atas kepedulian tim tenaga non-PNS dan tim pengembang aplikasi Inlislite, program Kakak Peduli yang dilaksanakan sejak 2018 bisa berjalan dengan baik. ‘’Dari sebelumnya bersifat konvensional, sekarang sudah menjadi otomasi,’’ ujar dia menggambarkan semakin mudahnya pengelolaan perpustakaan di sekolah. 

Dalam mengembangkan inovasi, dispersip selalu mampu menjawab setiap tantangan yang ada. Seperti di masa pandemi Covid-19 ini, program Kakak Peduli dikembangkan lagi menjadi menjadi Bimbingan Online Otomasi Perpustakaan Sekolah (BIMBO). Dengan inovasi BIMBO, perpustakaan di semua sekolah bisa melaksanakan pengelolaan otomasi menggunakan aplikasi Inlislite, sehingga semakin memudahkan para pengunjung untuk mencari buku yang diminati.

Selain itu, lanjut Joko, di tengah pandemi ini disper­sip juga membuat inovasi untuk memperta­hankan minat literasi masyarakat di Tuban dengan program e-Book. Dalam program e-Book ini ma­syarakat dimudahkan dalam mengakses perpustakaan dengan aplikasi Tublib (Tuban Digital e-Library). Aplikasi tersebut memudahkan masyarakat dalam mengakses buku-buku yang ingin dibaca cukup dari rumah melalui internet. ‘’Adanya aplikasi Tulib ini sekarang perpustakaan dalam genggaman. Kami berharap, meski pandemi minat literasi di Tuban tetap tumbuh,’’ tuturnya.

Di bidang pengelolan kearsipan, dispersip juga melahirkan banyak inovasi. Antara lin, layanan Warasmas (Wisata Arsip Anak Sekolah Dan Masya­rakat), layanan Jebol Artis (Jemput Bola Arsip Statis), layanan Pencarian Arsip Statis, layanan e-Arsip, layanan Arsip In Aktif, layanan konsultasi tentang arsip, layanan refrensi bagi mahasiswa tentang arsip sejarah Tuban. ‘’Dengan berbagai inovasi yang lahir tersebut, Kabupaten Tuban juga memperoleh beberapa penghargaan dari Provinsi Jatim hingga nasional,’’ katanya.

Di antara penghargaan bidang kearsipan yang berhasil diraih adalah peringkat IV lomba Seleksi Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Timur Tahun 2017, peringkat VIII sebagai Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) Kabupaten/Kota kategori baik dalam pengawasan kearsipan tingkat nasional tahun 2017, Top 25 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Jawa Timur Tahun 2018, dan juara harapan I pemilihan Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) Kabupaten/Kota terbaik nasional wilayah II tahun 2019. 

(bj/ds/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia