alexametrics
Sabtu, 28 Nov 2020
radarbojonegoro
Home > Sport
icon featured
Sport

Atasi Kebosanan Tak Kunjung Tanding, Pilih Ikut Sparing Tim Lokal

23 Oktober 2020, 15: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

PILIH SPARING LOKAL: Birrul Walidain saat menjalani latihan di Stadion Surajaya. Di tengah ketidakpastian kompetisi, dia memilih ikut sparing tim lokal.

PILIH SPARING LOKAL: Birrul Walidain saat menjalani latihan di Stadion Surajaya. Di tengah ketidakpastian kompetisi, dia memilih ikut sparing tim lokal. (ANJAR DWI P/RDR.LMG)

Share this      

Radar Lamongan – Kompetisi Liga 1 yang belum jelas kapan digulirkan, membuat skuad Persela diliburkan hingga pertengahan bulan depan. Seluruh pemain hanya mendapatkan porsi individual training di rumah masing-masing.

Bagi bek kiri Persela, Ahmad Birrul Walidain mengaku, kondisi ini membuat dirinya merasa bosan hanya di rumah saja. ‘’Ya tetap menjalankan program yang diberikan pelatih. Untuk mengusir kebosanan ya mengikuti sparing dengan teman-teman di sekitar sini,’’ tutur Birrul kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (22/10).

Birrul mengatakan, dirinya beberapa kali mengikuti sparing dengan sejumlah klub. Terakhir, pemain asal Babat, Lamongan tersebut mengikuti sparing bersama mantan pemain PSHW Babat di Kecamatan Widang, Tuban.

‘’Terakhir, kemarin sparing dengan teman-teman hari Rabu,’’ terang putera daerah tersebut. Menurut dia, menjalankan program latihan memang penting untuk menjaga kondisi fisik. Namun, sparing dibutuhkan bagi dirinya untuk mempertahankan sentuhan bola.

‘’Kalau main bareng-bareng kan lebih seru juga,’’ ucap bek kanan berusia 25 tahun tersebut. Terhitung sudah tujuh bulan pemain Persela menganggur, sejak penundaan kompetisi pertama akhir Maret lalu.

Birrul mengatakan, dirinya sudah cukup rindu atmosfer bertanding di kompetisi. Sebab, selama ini hanya mengikuti sejumlah laga sparing atau uji coba, sehingga kurang greget.

‘’Gimana ya, sudah kangen bermain bersama-sama lagi di kompetisi resmi,’’ tukasnya. Seperti diketahui, sejak dihentikan Maret lalu, kompetisi Liga 1 rencana digulirkan awal Oktober lalu.

Namun, ketika skuad Laskar Joko Tingkir sudah mempersiapkan secara matang, kompetisi Liga 1 ditunda lagi menjadi 1 November 2020. Ternyata, lagi-lagi kompetisi sepakbola tertinggi di negeri ini tersebut sangat kuat indikasinya ditunda lagi hingga waktu yang belum pasti.

‘’Kalau mental down sih tidak, tapi kecewa kompetisi ditunda lagi,’’ ujar Birrul saat dikonfirmasi via ponsel. Sejumlah pihak merasa pesimistis kompetisi Liga 1 bisa bergulir awal bulan depan. Termasuk Birrul yang merasa belum yakin kompetisi bisa berjalan sesuai rencana.

Namun, Birrul berharap situasi pandemi ini segera cepat mereda, sehingga izin digelarnya kompetisi bisa diberikan. ‘’Tentu sebagai pemain berharap agar kompetisi bisa segera berjalan kembali,’’ pungkas Birrul.

(bj/feb/ind/jar/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia