alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro
DALAM UPAYA PENCEGAHAN COVID-19

MAHASISWA PMM UMM MENCIPTAKAN ALAT CUCI TANGAN INJAK BERBAHAN BETON

18 Oktober 2020, 17: 10: 45 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

SUMRINGAH: Mahasiswa PMM UMM bersama para petinggidan warga desa Mojosari.

SUMRINGAH: Mahasiswa PMM UMM bersama para petinggidan warga desa Mojosari.

Share this      

BOJONEGORO - Kelompok Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang Kelompok 75 Gelombang 10 yang dibimbing oleh bapak Dana Marsetiya Utama, S.T.,M.T. ini telah berhasil dalam menciptakan terobosan baru sebagai upaya pencegahan penularan covid-19.

Pembuatan alat cuci tangan injak berbahan beton ini sebagai wujud penerapan materi yang telah diterima dalam perkuliahan. Berbeda dengan yang ada di pasaran alat ini mampu bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama dikarenakan alat ini berbahan beton dan juga terdapat tulangan besi didalamnya, sehingga perawatannya lebih efisien. “Konsep yang diberikan sangat bagus, ide yang kreatif dan cocok sekali untuk diterapkan di desa ini” ujar Kepala Desa Mojosari. 

Selain dilihat dari segi perawatan, alat ini mampu menumbuhkan ALat ketertarikan masyarakat dalam hal bercuci tangan karena menerapkan sistem cuci tangan injak yang jarang ditemukan di Bojonegoro. Konsep yang diberikan dibuat dengan sistem yang lebih sederhana dan mudah sehingga mampu untuk ditiru oleh masyarakat.

TEROBOSAN BARU: Alat cuci tangan injak berbahan beton.

TEROBOSAN BARU: Alat cuci tangan injak berbahan beton.

Cuci tangan ini telah dibuat dan dimodifikasi serupa menggunakan besi las injak sebagai media penghubung kran sehingga masyarakat tidak perlu menggunakan media sentuh tangan untuk membuka kran air melainkan cukup menggunakan pijakan kaki.

Upaya ini adalah salah satu wujud kepedulian nyata pengabdian masyarakat oleh mahasiswa untuk berpola hidup bersih serta meminimalisir pencemaran wabah covid-19 yang belum juga terselesaikan hingga saat ini. 

Selain itu mahasiswa PMM UMM yang beranggotakan 5 orang ini telah mengedukasi masyarakat desa mojosari untuk mengajak bersama-sama sering bercuci tangan saat hendak selesai melakukan aktifitas di luar rumah.

Hal ini dilakukan karena masyarakat sering meremehkan wabah dan kurangnya wawasan tentang pentingnya menjaga kebersihan terutama dalam lingkup skala kecil yakni keluarga dan rukun tetangga. “Oleh karena itu, khususnya pada masa pandemi ini peran mahasiswa sangat dibutuhkan dalam menciptakan kretifitas serta inovasi baru dalam penerapan pengaplikasian di perkuliahan sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat desa mojosari,” ujarnya kepala desa mojosari 

(bj/bet/*/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia