alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarbojonegoro
Home > Sport
icon featured
Sport

Dampak Belum Pastinya Lanjutan Liga 1, Agenda Pelatih Terbengkalai

17 Oktober 2020, 16: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Dampak Belum Pastinya Lanjutan Liga 1, Agenda Pelatih Terbengkalai

(ANJAR DWI P/RDR.LMG)

Share this      

Radar Lamongan - Belum adanya kepastian bergulirnya lanjutan kompetisi Liga 1 membuat agenda yang disusun jajaran pelatih Persela terbengkalai. Bahkan juru racik skuad Laskar Joko Tingkir belum bisa menentukan dimulainya kembali latihan.

‘’Kompetisi ini kan belum pasti dimulai awal bulan depan, jadi kita belum menentukan kapan dimulainya latihan kembali,’’ tutur Asisten Pelatih Persela, Didik Ludiyanto kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (16/10).

Sudah satu minggu lebih Eky Taufik Febriyanto dkk diliburkan latihan. Paska meeting klub bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB) beberapa waktu lalu, kompetisi masih dimungkinkan bergulir antara November, Desember, dan Januari tahun depan.

‘’Kalau nanti bergulirnya Desember atau Januari kan tidak mungkin menggelar latihan bulan ini. Jadi kita juga masih menunggu kepastiannya,’’ ucap mantan pelatih Persela junior tersebut. Meski begitu, Didik mengaku, saat ini masih masuk dalam program dari jajaran pelatih. Sehingga, seluruh pemain akan diberikan program individual training, yang akan diperbarui seminggu sekali.

‘’Jadi seluruh pemain harus melaporkan program latihan yang diberikan setiap hari,’’ imbuh Didik saat dikonfirmasi via ponsel. Sebelumnya, penggawa Persela memulai latihan persiapan sejak awal bulan lalu. Namun, lima hari jelang kick off, PSSI mengumumkan penundaan kompetisi. Didik mengaku kondisi fisik pemain sudah meningkat dan siap berlaga.

‘’Harus menjaga kondisi fisik pemain. Jadi misalnya ada kabar mendadak liga bergulir, semuanya sudah siap bertanding,’’ terang Didik. Persela sudah terlanjur melakukan renegosiasi kontrak dengan seluruh pemain. Termasuk tiga penggawa asing Gabriel do Carmo, Marcus Vinicius Vidal Cunha (Marquinhos), dan Brian Ferreira. Kini ketiganya masih berada di Surabaya, sambil menunggu kepastian bergulirnya lagi kompetisi.

Didik mengatakan, seluruh pemain tentunya merasakan kekecewaan karena kompetisi batal digelar bulan ini. Apalagi, kini ditambah extraordinary competition tak jelas digelar kapan.

‘’Semua pemain sudah tidak sabar untuk bisa merumput kembali. Kemarin juga banyak pertanyaan yang masuk dari pemain, mempertanyakan kejelasan. Tapi sampai sekarang kita juga masih menunggu,’’ pungkas Didik. 

(bj/feb/ind/jar/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia