alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Bioskop Dibuka Kembali, Batasi 50 Penonton

17 Oktober 2020, 15: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

DIBUKA LAGI: Dua karyawan yang berjaga di depan pintu studio di Lamongan Plaza.

DIBUKA LAGI: Dua karyawan yang berjaga di depan pintu studio di Lamongan Plaza. (ANJAR DWI P/RDR.LMG)

Share this      

Radar Lamongan – Setelah tutup selama tujuh bulan akibat pandemi corona virus disease 2019 (covid-19), bioskop di Lamongan Plaza kembali beroperasi kemarin (16/10). Namun, pengunjung bioskop dibatasi dan harus menerapkan protokol kesehatan.

‘’Akhirnya bulan ini boleh buka kembali dengan 25 persen dari kapasitas kursi yang disediakan,’’ tutur Manajer NSC Lamongan Addy Pramono kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Pembatasan penonton dan jaga jarak dilakukan dengan menempel tanda silang pada kursi. ‘’Kita tidak mau ada klaster baru, klaster bioskop. Kalau bioskop lebih terpantau, dibandingkan tempat hiburan lain,’’ klaimnya.

Menurut dia, di dalam bioskop terdapat CCTV yang bisa digunakan memantau penerapan protokol kesehatan saat pemutaran fi lm. Jika nanti terdapat penonton yang melanggar, kata Addy, maka pihaknya akan memberikan teguran.

NSC Lamongan memiliki dua studio. Satu studio menyediakan 198 kursi bagi penonton. Namun, pihak pengelola kini hanya menerima 50 penonton untuk satu studio. ‘’Entah fi lm itu ramai atau tidak, ya harus menerima 50 orang saja,’’ ujar Addy.

Selain itu, jam tayang juga dibatasi. Saat normal lalu, satu studio memutar enam film. Kini, hanya diperbolehkan untuk memutar tiga film. ‘’Nanti dilihat perkembangan hingga akhir tahun ini,’’ imbuhnya.

Berdasarkan pantauan sebelumnya, intensitas penonton di Lamongan naik turun, tergantung dari film yang diputar. ‘’Paling ramai waktu fi lm Milea, Dillan. Tapi penontonnya masih di kisaran 50 orang - 60 orang,’’ katanya.

Bagaimana dengan operasional selama ini? ‘’Karena tujuh bulan tutup, seluruhnya merugi banyak. Jadi bagaimana caranya ada pemasukan. Yang punya film percaya bahwa sekarang masih ada penontonnya,’’ jawabnya.

Addy mengatakan, butuh proses lumayan panjang sebelum akhirnya diizinkan buka kembali. Sebelumnya, pihaknya mengirim surat ke bupati Lamongan. Kemudian diarahkan untuk berkoordinasi dengan OPD terkait. Salah satunya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan.

(bj/yan/ind/jar/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia