alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Membuat Kerajinan Perabotan Rumah Tangga Berbahan Kayu secara Manual

17 Oktober 2020, 17: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

CIAMIK: Pariyanto memoles cangkir berbahan kayu. Tekstur dan serat kayu terlihat tajam.

CIAMIK: Pariyanto memoles cangkir berbahan kayu. Tekstur dan serat kayu terlihat tajam. (M. MAHFUDZ/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Tangan kanannya tak lepas dari tatah (alat ukir kayu). Tangan kiri memegang kayu yang dibentuk. Sorot matanya tak lepas dari dua tangannya yang teliti membentuk kerajinan kayu.

Pariyanto dengan teliti terus membentuk kayu untuk dijadikan ragam kerajinan kayu alat rumah tangga. Setiap sisi, dibentuk dengan tatah. Sedikit demi sedikit dan dengan sabar, Pariyanto terus memoleh kayu. Hingga akhinya membentuk menjadi sebuah cangkir kayu ciamik. Bukan hanya cangkir, di rumahnya di Dusun Ketangar, Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora, ada berbagai macam kerajinan.

Seperti piring, sendok garpu dan alat rumah tangga lain. Bentuknya ciamik. Serat-serat kayu begitu terlihat jelas. Guratan kayunya juga dipoles hingga halus. Pariyanto dengan seksama membuat ragam kerajinan unik ini. Semua dibuat secara manual dengan menatah kayu secara bertahap. Meski manual, ternyata kayu yang kasar itu menjadi halus dan rapi, seperti buatan mesin.

Melihat secara kasatmata, tentu mengira karya kerajinan kayu ini prosesnya dengan mesin. Namun, siapa sangka kerajinan ciamik karya warga Kelurahan Karangjati ini cukup berkualitas. Begitu pun kerajinan ini dibuat di depan rumahnya bercat putih ini. ‘’Ini sengaja saya buat manual pakai tatah, biar terlihat aslinya,’’ ujarnya.

Pariyanto juga tak membayangkan karyanya bisa sehalus ini. Padahal, awalnya tak memiliki obsesi membuat kerajinan perabotan rumah tangga. Tetapi, siapa sangka Pariyanto baru saja menggeluti pembuatan kerajinan tangan dari kayu ini.

Sejak April lalu saat pandemi korona memaksa orang lebih banyak mendekam di rumah. Awal mula lelaki suka bertopi itu membuat karena anaknya meminta dirinya membuat garpu dan sendok. Terasa terpaksa, karena anaknya yang meminta. Akhirnya nekat buat dengan niat mencoba-coba.

‘’Pas membuat garpu dan sendok itu saya pakai insting,’’ ujarnya. Ternyata, berhasil membuat garpu dan sendok dengan bagus. Padahal, dia mengakui prosesnya ribet dan butuh ketelatenan hingga imajinasi. ‘’Malah banyak yang pesan, tapi tidak langsung saya buatkan,’’ imbuhnya.

Sebelum membuatkan itu, dirinya berkomunikasi dengan istrinya. Minta arahan apakah pesanan ini bakal dibuatkan atau tidak. Ternyata, sang istri justru mendukung dan mengiyakan agar dibuatkan meskipun pembuatannya sulit. Belum lagi waktunya banyak tersita. Sebagai tukang dan mengelola warung kopi hingga jual beli kendaraan.

‘’Karena alamnya masih susah, mau keluar-keluar cari pekerjaan sulit jadi saya buatkan pesanan itu,’’ imbuhnya. Meski masih debut, namun Pariyanto tak ingin membuat asalasalan. Telaten demi kualitas ragam perabotan kayu. Hingga keponakannya yang kuliah di Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta ikut memposting karyanya. Dari situ kemudian ada penanan membuat piring, gelar, dan cangkir serta perabot lain yang bia sa nya ada di dapur.

‘’Pas membuat saya itu melihat contoh di internet. Kalau piring seperti apa, cangkir seperti apa, saya selalu lihat contohnya,’’ ujar dia memastikan permintaan dari Jogjakarja terus bertambah. Pariyanto hanya berbekal sebagai tukang kayu. Dari kerampilannya itu, awalnya membuat alat musik keroncong, salah satunya biola. ‘’Dulu juga banyak yang dipesan,’’ jelasnya.

(bj/rij/fud/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia