alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarbojonegoro
Home > Tuban
icon featured
Tuban
PBAK 2020 IAI SUNAN GIRI BOJONEGORO

PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN MASJID DI MA’HAD BAHRUL HUDA

15 Oktober 2020, 14: 42: 25 WIB | editor : Nailul Imtihany

TABUNGAN AKHIRAT: Peletakan batu pertama Masjid KH Hasyim Asy’ari oleh pembina Yayasan Bahrul Huda KH Fathul Huda bersama kiai dan tokoh agama.

TABUNGAN AKHIRAT: Peletakan batu pertama Masjid KH Hasyim Asy’ari oleh pembina Yayasan Bahrul Huda KH Fathul Huda bersama kiai dan tokoh agama. (YUDHA SATRIA A/RDR.TBN)

Share this      

Radar Tuban – Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Bina Anak Sholeh (BAS) Tuban terus melengkapi sarana dan prasarana sekolah. Kemarin (14/10) lembaga pendidikan di bawah Yayasan Bahrul Huda ini mulai mem bangun masjid yang rencananya akan diberi nama KH Hasyim Asy’ari.

Lokasinya di sebelah utara Ma’had Bahrul Huda, di Jalan Letda Sucipto Tuban. Peletakan batu pertama dilakukan Pembina Yayasan Bahrul Huda KH Fathul Huda. Turut hadir Rois Syuriah PCNU Tuban KH Cholillurrahman, Ketua Tanfidziyah PCNU KH Mustain Syukur, Mustasyar NU Noor Nahar Hussein, serta sejumlah kiai, habaib, tokoh, dan sesepuh NU di Tuban dan Lamongan.

Juga hadir Ketua DPRD Tuban H.M. Miyadi, Ketua MUI Tuban KH Abdul Matin, dan Kepala Kemenag Tuban Sahid. Acara yang digelar sesuai protokol kesehatan itu juga dihadiri pengurus sejumlah banom NU seperti Fatayat, Muslimat, Ansor, dan lainnya.

AMAL JARIYAH: Ketua Yayasan Bahrul Huda H.M. Rowi ikut dalam peletakan batu pertama pembangunan masjid.

AMAL JARIYAH: Ketua Yayasan Bahrul Huda H.M. Rowi ikut dalam peletakan batu pertama pembangunan masjid.

Dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran dan lantunan salawat. Dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars Yalal Wathon. Dalam sambutannya, Pembina Yayasan Bahrul Huda KH Fathul Huda menjelaskan alasannya mengundang beberapa tokoh NU.

Salah satunya keinginan Fathul Huda kelak masjid yang sudah jadi yang memakmurkan adalah keluarga dari kalangan NU. ‘’Saya mohon doa restunya semoga pembangunan lancar dan menjadi amal ja riyah yang diterima Allah,’’ harap tokoh NU yang juga Bupati Tuban ini.

Huda mengatakan jika pembangunan masjid diterima Allah SWT sebagai amal jariyah, dia menghadiahkan amal tersebut kepada almarhum kedua orang tuanya. Bupati dua periode ini mengatakan kesuksesannya selama ini tak lepas dari dukungan dan doa kedua orang tuanya.

‘’Tanpa beliau berdua saya bukan apa-apa. Berkat dukungan dan doa beliau saya bisa seperti ini,’’ kata Fathul Huda menitikkan air mata. Sedangkan Rois Syuriah PCNU Tuban KH Cholillurrahman menjelaskan tentang keutamaan masjid.

Selain fungsi utamanya sebagai tempat ibadah, masjid juga lumbung amal jariyah. Dijelaskan kiai sepuh NU ini, bangunan yang paling istimewa di bumi adalah masjid. 

‘’Jika langit diterangi bintang maka bumi menjadi terang karena masjid,’’ terang dia. Mbah Cholil juga berpesan agar selalu melanggengkan Islam ahlusunah waljamaah. Islam yang damai dan memberi rahmat ke seluruh alam semesta.

Apalagi masjid yang tengah dibangun ini rencananya akan diberi nama KH Hasyim Asy’ari yang merupakan toko Islam yang damai dan selalu menebar kasih sayang. ‘’Semoga kita bisa terus meneladani Rasul dalam membawa kebaikan di bumi ini,’’ harap dia.

Acara dilanjutkan dengan mauidhoh hasanah dari Habib Mustofa. Selanjutnya dengan doa penutup dan peletakan batu pertama oleh pembina Yayasan Bahrul Huda KH Fathul Huda, ketua Yayasan Bahrul Huda H.M. Rowi, bersama seluruh tamu undangan yang hadir.

(bj/wid/yud/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia