alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarbojonegoro
Home > Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Tahun Depan, 1.437 Takmir Masjid Diusulkan Terima Insentif

15 Oktober 2020, 13: 20: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

MASJID AGUNG: Beberapa jamaah berada di serambi Masjid Darussalam. Tahun depan, takmir masjid diusulkan menerima insentif.

MASJID AGUNG: Beberapa jamaah berada di serambi Masjid Darussalam. Tahun depan, takmir masjid diusulkan menerima insentif. (NURCHOLISH/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Para takmir masjid bisa bergembira. Tahun depan mereka bakal menerima insentif. Saat ini, pemkab tengah membahas alokasi anggaran yang dibutuhkan. Jumlah penerimanya sesuai data masjid di Bojonegoro.

Kabag Kesra Pemkab Bojonegoro Sahari mengatakan, anggaran insentif untuk takmir masih dalam pembahasan. Sehingga, masih belum ditentukan besaran akan diberikan. Namun, besarannya dipastikan lebih banyak dibanding insentif marbot.

‘’Marbot menerima insentif sebesar Rp 125 ribu per bulan,’’ ujar Sahari. Marbot yang menerima insentif ada tiga orang setiap masjid. Sedangkan, takmir yang akan menerima hanya satu orang. Mereka adalah ketua takmir. Sehingga, nilainya sedikit lebih besar dibanding marbot. B

agian kesra sudah menghitung jumlah takmir akan menerima. Yakni, sebanyak 1.437 orang. Itu sesuai jumlah masjid yang terdata. ‘’Semuanya adalah masjid jamik. Atau masjid yang digunakan Salat Jumat,’’ ujar pria asli Madura itu.

Mekanisme pemberian insentif juga belum ditentukan. Setelah anggaran disetujui, mekanisme pemberian segera ditentukan. Sehingga, para takmir masjid bisa mengusulkan sebagai penerima insentif.

Pemberian insetif ini diberikan agar masjid semakin ramai. Terutama, kegiatan ibadahnya. ‘’Selain itu, kebersihan masjid juga selalu terjaga,’’ jelasnya. Pihaknya selalu me-monitoring setiap masjid yang menerima insentif. Itu untuk memastikan bahwa kebersihan masjid selalu terjaga. Jika tidak bersih, marbot yang menerima insentif itu akan dievaluasi.

‘’Rata-rata sudah bersih dan terawat. Memang masih ada satu atau dua masjid yang yang kotor. Langsung saya kontak marbot yang menerima insentif itu,’’ jelasnya. Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro Didik Trisetyo Purnomo mengatakan, pemberian insentifinsentif itu cukup membantu.

Namun, dia meminta pemkab melakukan verifikasi penerima insentif itu. Sehingga, mereka yang menerima itu benar-benar marbot yang bertugas di masjid itu. ‘’Mengenai usulan insentif takmir ini, kami masih belum mengetahui. Namun, saat pembahasan dengan pemkab kami tanyakan,’’ terangnya. 

(bj/rij/zim/cho/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia