alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Modus Endorse Baju Distro, 16 Perempuan Jadi Korban Pelecehan Seksual

Tersangka Pemilik Distro

15 Oktober 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Modus Endorse Baju Distro, 16 Perempuan Jadi Korban Pelecehan Seksual

(AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

Radar Lamongan – Para pemilik akun twitter di Lamongan beberapa waktu lalu sempat digegerkan adanya thread tentang dugaan pelecehan seksual pada salah satu distro di Lamongan.

Kini, kasus itu masuk ranah ke polisian setelah korbannya melapor. Kemarin (14/10), Kapolres Lamongan AKBP Harun mengungkap tersangkanya. Dia adalah M Satrya Nur Rochman, 26, asal Desa/Kecamatan Sukodadi. Pemilik distro W_Rockstore di Desa Tunggul, Kecamatan Paciran itu bermotif mengajak calon korbannya memromosikan (endorse) koleksi store.

Menurut Kapolres, salah satu korbannya yang berusia 17 asal Kecamatan Paciran melapor ke mapolres (8/9). ‘’Sampai saat ini, sebanyak 6 orang yang melaporkan ke polres dan satu masih di bawah umur,’’ katanya.

Kapolres menjelaskan, awalnya korban, Bunga, bukan nama sebenarnya, diajak tersangka menjadi model baju di distro di Paciran. Setelah di lokasi, korban diminta memakai baju yang sudah disediakan untuk sesi pemotretan.

Saat berganti baju itulah, tersangka beraksi. Tersangka berpura – pura mengambil baju lain dan melakukan pengukuran tubuh korban, sambil (maaf) memegang bagian sensitif tubuh Bunga.

‘’Tersangka sendiri tak hanya satu kali melakukan pemegangan. Namun sudah berulang – ulang kali,’’ kata Kapolres. Motif yang dilakukan tersangka hampir sama semua. Yakni, saat korban masuk kamar ganti, tersangka menyusul dan menjalankan aksinya.

Menurut Kapolres, tersangka hanya melakukan pelecehan seksual. Tidak melakukan persetubuhan terhadap korban. Berdasarkan pengakuan tersangka, lanjut dia, perbuatan itu dilakukan sejak awal 2019.

‘’Korban ditotal kurang lebih 16 orang. Namun yang melaporkan ke Polres Lamongan sebanyak 7 korban,’’ ujar Kapolres. Barang bukti yang diamankan, beberapa baju yang digunakan tersangka untuk hunting foto, selembar selambu penutup ruangan ganti, sebuah handphone samsung A7.

Sementara itu, tersangka di hadapan petugas mengatakan, perbuatan tersebut dilakukan di distro miliknya yang ada di Pacian dan Sukodadi. Modelnya dikenalkan dari temannya. ‘’Saya melakukan seperti itu pada saat mencobakan baju yang lainnya dan khilaf saat itu juga,’’ alasannya.

Pata model tersebut hanya dirayu dengan imbalan baju yang digunakan endorse tersebut. ‘’Karena hanya sebentar, tak membutuhkan waktu lama, sehingga hanya diberikan kaos begitu saja. Semua tak ada yang diberikan imbalan uang sama sekali,’’ jelasnya.

(bj/yan/mal/ai/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia