alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

KPUK Lamongan Masih Kekurangan Tenaga Pemungutan Suara

14 Oktober 2020, 12: 30: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

KPUK Lamongan Masih Kekurangan Tenaga Pemungutan Suara

(AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

Radar Lamongan – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Lamongan masih kekurangan tenaga kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS). Sebab, jumlah pendaftar KPPS tak sesuai harapan. Dari kebutuhan 21.497 orang, pendaftar KPPS baru sekitar 17 ribu orang.

‘’Sampai sore ini (kemarin), kekurangannya sekitar 4 ribuan atau sekitar 18 persen. Dari temanteman sampai sekarang masih melakukan input data,’’ tutur Ketua Komisioner KPUK Lamongan Mahrus Ali kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (13/10).

Di Lamongan, direncanakan ada 3.071 tempat pemungutan suara (TPS) pada pilkada Desember nanti. Setiap TPS membutuhkan tujuh KPPS. Menurut Mahrus, sesuai jadwal seharusnya pendaftaran KPPS berakhir kemarin. ‘’Namun kita pun ada skenario. Apabila hari ini (kemarin) belum terpenuhi, kita akan memperpanjang pendaftaran lima hari ke depan,’’ tukasnya.

Mahrus menyatakan, di sejumlah desa respons masyarakat kurang bagus. Kendalanya sumber daya manusia (SDM) usia 20 tahun hingga 50 tahun yang minim. ‘’Kekurangan di masing-masing desa berbeda-beda,’’ ujarnya saat dikonfirmasi via ponsel.

Dia menambahkan, nantinya seluruh KPPS diwajibkan mengikuti rapid test. Hal itu dilakukan sebagai syarat untuk meminimalisasi penularan corona virus disease 2019 (covid-19). Mahrus mengatakan, pelaksanaan rapid test kepada KPPS nantinya dikomunikasikan lagi dengan tim RSUD Dr Soegiri Lamongan.

‘’Ada juga masyarakat tidak ikut karena tidak berani rapid test. Sekarang kita melakukan pendekatan agar jumlahnya bisa tercapai,’’ katanya. Pengalaman pemilu serentak tahun lalu, kinerja KPPS dinilai cukup berat. Sementara honor yang didapat sedikit.

Menurut Mahrus, pihaknya sudah memerintahkan PPK untuk menginformasikan bahwa tugas KPPS berbeda dengan tahun lalu. ‘’Saya tekankan pada temanteman PPK untuk men-direct informasi yang benar,’’ katanya.

Mahrus menjelaskan, petugas KPPS tahun ini lebih ringan. Jika tahun lalu menggunakan lima surat suara, maka tahun ini hanya menggunakan satu surat suara. ‘’Di Lamongan rata-rata tiap TPS tidak sampai 500 pemilih. Itu kan sangat longgar,’’ katanya.

Apalagi, lanjut Mahrus, KPU RI merencanakan elektronik rekap (e-rekap) sebagai antisipasi penyelenggaraan pilkada di tengah pandemi. Hal itu bisa meminimalisasi kinerja dari KPPS. ‘’Kalau nanti benar-benar diterapkan e-rekap, kinerja temanteman KPPS justru lebih ringan lagi,’’ ujar Mahrus.

(bj/yan/ind/ai/nae/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia